Breaking News:

Aktivitas Gunung Merapi

Kabar Terkini Gunung Merapi, Banyak Material Longsoran Baru dari Puncak

Kabar terkini Gunung Merapi. Koordinator Bidang Operasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) DIY Endro Sambodo mengungka

Editor: m nur huda
ANTARA/HO-BNPB
Foto udara kondisi puncak Gunung Merapi. 

TRIBUNJATENG.COM - Kabar terkini Gunung Merapi. Koordinator Bidang Operasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) DIY Endro Sambodo mengungkapkan hasil pantauan terkini kondisi Gunung Merapi.

Dilansir dari Kompas.com, hasil monitoring yang dilakukan melalui udara tersebut terekam ada banyak material longsoran baru dari puncak Merapi.

"Secara sekilas, terdapat banyak material longsoran baru. Longsoran mengarah ke lereng Merapi yang secara dominan menuju ke barat dan barat daya," katanya.

Baca juga: Sering Dibully Desa Bernama Fucking Sejak Abad 11 Ini Kini Diganti Jadi Fugging

Baca juga: Kecelakaan Maut Mobil Tim Kampanye Paslon Petahana Jatuh ke Jurang 2 Meninggal 7 Luka-luka

Lalu, dari analisa berdasar kondisi morfologinya, material longsoran tersebut mengarah ke hulu Kali Senowo, Kali Putih, dan Kali Lamat.

Dan untuk wilayah barat daya, ada beberapa material yang berada di lereng Merapi mengarah ke hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.

Perkiraan sementara longsoran tersebut berasal dari bukaan kawah di dinding sebelah barat.

"Untuk kajian lebih lanjut, TRC BPBD DIY kemudian melaporkan hasil pantauan tersebut ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) untuk dianalisa lebih lanjut," katanya.

Kondisi terkini Gunung Merapi: Detik - Detik Guguran Lava Terekam CCTV BPPTKG
Kondisi terkini Gunung Merapi: Detik - Detik Guguran Lava Terekam CCTV BPPTKG (Instagram)

Sementara itu, dari pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Kamis (26/11/2020) antara pukul 00.00-24.00 WIB, tercatat ada 44 kali gempa guguran di Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat 309 kali gempa hybrid atau fase banyak, 120 kali gempa embusan, dan 33 kali gempa vulkanik dangkal.

Lalu, untuk laju deformasi Gunung Merapi dengan wilayah meliputi sejumlah daerah di DIY dan Jawa Tengah itu, diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) Babadan rata-rata 12 cm per hari.

Seperti diketahui, BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Petugas juga telah melarang adanya aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang aliran airnya berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III. (Teuku Muhammad Valdy Arief)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kondisi Terkini Gunung Merapi, Titik Longsoran Baru dan Intensitas Gempa Guguran"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved