Berita Blora
Penampakan Keris Kiai Bisma saat Jamasan Benda Pusaka Andalan Blora
Penjamasan pusaka dilakukan setiap jelang peringatan hari jadi Kabupaten Blora. Inilah penampakan Keris Kiai Bisma.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Penjamasan pusaka dilakukan setiap jelang peringatan hari jadi Kabupaten Blora.
Ada beberapa pusaka yang dijamas, hanya saja yang paling utama adalah keris Kiai Bisma.
Tepat pada 11 Desember 2020, Kabupaten Blora menginjak usianya yang ke 271 tahun.
Prosesi jamasan pusaka yang diserahkan Yayasan Mahameru dilakukan di kompleks rumah dinas Bupati Blora, Selasa (1/11/2020).
Ketua Yayasan Mahameru Gatot Pranoto mengatakan, jamasan ini merupakan bentuk perawatan rutin setiap tahun pada pusaka peninggalan yang secara adminitrasi milik Kabupaten Blora agar tidak terjadi oksidasi.
"Jadi ini perawatan rutin setiap tahun. Dari sisi teknis itu perawatan logam agar tidak terjadi oksidasi," ujar Gatot.
Terkait dengan keris pusaka Kiai Bisma, menurut Gatot Pranoto, secara normatif itu yang dipakai sebagai inventaris kabupaten Blora yang merupakan kekancingan atau semacam surat keputusan kepada Bupati Blora masa lalu.
Berdasarkan catatan yang ada, kali pertama Blora dipimpin oleh bupati Tumenggung Wilatikta yang mulai menjabat 1749 berdasarkan penobatan dari Pangeran Mangkubumi.
Pada bupati selanjutnya, Tumenggung Djajeng Tirtanata, diangkat sebagai bupati Blora saat itulah kekancingan berikut pusaka keris Kiai Bisma diserahkan.
"Kekancingan dan pusaka itu dari Keraton Solo," kata Gatot.
Tidak perlu dimaknai yang aneh-aneh atas jamasan yang dilakukan.
Itu semua dilakukan karena untuk melestarikan dan menyelematkan peninggalan cagar budaya.
Prosesi jamasan diperlukan warangan yakni sejenis bahan kimia yang terdapat di toko bahan kimia.
"Warangan berguna membersihkan permukaan besi tosan aji (pusaka), sekaligus untuk lebih mempertajam pamor benda pusaka itu sendiri," jelasnya.
Sesudah dipoles dengan warangan, guratan estetis batu meteor atau pamor dan inti baja pada benda pusaka akan menjadi tampak jelas dan terlihat kontras hingga mudah dibaca dan dipahami.