Berita Temanggung
17 Guru SMP dan SMA di Temanggung Terpapar Covid-19
Sebanyak 17 tenaga pendidik di tingkat SMP maupun SMA di Kabupaten Temanggung terkonfirmasi positif Covid-19.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Sebanyak 17 tenaga pendidik di tingkat SMP maupun SMA di Kabupaten Temanggung terkonfirmasi positif Covid-19.
Sebelas di antaranya adalah guru di SMPN 1 Temanggung.
Kabar belasan guru terpapar Corona dibenarkan oleh Sekretaris III Satgas Covid-19, Dwi Sukarmei pada, Senin (7/12/2020).
Baca juga: Cara Cerdik TNI di Tulunggagung Ungkap Siapa Maling Emas Milik Ibunya di Pasar
Baca juga: Istri Juliari Batubara Sempat Ngambek saat Tahu Suaminya Jadi Mensos, Sampai Berat Badan Turun
Baca juga: JK Blak-blakan Alasan Dukung Anies di Pilgub DKI Bukan Ahok, Mengaku Semua Demi Jokowi
Baca juga: Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Mantan Bupati Pati Tasiman Wafat Pagi Ini
Menurutnya, beberapa di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit, dan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
"Kabupaten Temanggung, Covid-19 saat ini mengalami kenaikan tinggi.
Ada beberapa guru yang saat ini terkonfirmasi Covid-19.
Jumlahnya ada 17 orang dalam kondisi baik," terangnya, Senin.
Menurut Dwi Sukarmei, selain beberapa guru SMP, juga terdapat guru SMA yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Pihaknya menduga, awal penyebaran Covid-19 di lingkungan tenaga pendidik bermula saat salah satu keluarga guru terpapar Corona.
Penyabaran virus dimungkinkan melalui seorang guru sehingga menyebar ke lingkungan tenaga pendidik lainnya.
Akan tetapi, bisa saja terpapar dari lingkungan lain di luar sarana pendidikan.
Ia memastikan, sampai saat ini penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan baru sampai di tingkat guru.
Artinya, belum ada siswa yang terpapar Covid-19 saat mengikuti simulasi PTM di sekolah maupun pembelajaran visit home.
"Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan agar kegiatan di sekolah berhenti.
Awalnya memang dimungkinkan ada keluarga guru yang terpapar.
Kami sudah intruksi agar yang bersangkutan (terpapar) karantina. Saat ini masih hanya sebatas lingkungan guru," terangnya.
Selain itu, Dwi menambahkan, melalui SE Bupati Temanggung tertanggal 2 Desember 2020 tentang Penanggulangan Covid-19, tim Satgas mengintruksikan semua kegiatan di masyarakat baik di lingkungan pendidikan, sosial, maupun kebudayaan agar mengerem atau menunda kegiatan saat ini.
Baik kegiatan yang dilakukan di tingkat kedinasan maupun oleh masyarakat umum.
Ia juga mengimbau jajaran Dinas Pendidikan dapat mematuhi pedoman 4 Menteri tentang penanggulangan Covid-19 agar tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan manusia.
"Terkait teman-teman yang terpapar, kami sudah laksanakan standar protokol kesehatan yang sesuai, ada yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri," jelasnya.
Berdasarkan data terakhir Satgas Covid-19, jumlah total orang yang terpapar Covid-19 di Temanggung mencapai 1.926 orang, 84 di antaranya meninggal, 565 orang menjalani perawatan dan isolasi mandiri, sedangkan sisanya sembuh.
Kabid SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Temanggung, Suharti menjelaskan, semua guru dan tenaga pendidik yang terpapar Covid-19 langsung melakukan isolasi mandiri tanpa terkecuali.
Berdasarkan data yang diterimanya, lanjut Suharti, beberapa tenaga pendidik di SMP yang terpapar Covid-19 berasal dari SMP di Parakan, Bansari, Wonoboyo, dan terakhir SMPN 1 Temanggung. Pihaknya juga terus memantau perkembangan kesehatan para guru yang saat ini terpapar Covid-19.
"Awalnya ada guru yang sakit atau menunjukkan gejala, kemudian dilakukan swab," ujarnya.
Guna menekan angka penyebaran virus Covid-19, kata Suharti, pihak Dindikpora mengimbau agar para tenaga pendidik melakukan WFH sementara waktu.
Ia juga mengimbau kepada para tenaga pendidik agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang baik dan benar saat bertugas maupun keluar rumah.
"Semua sekolah harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Kita sementara WFH untuk saat ini.
Kebetulan tes (tingkat SMP) sudah selesai, juga dilaksanakan daring dan luring.
Yang jelas patuhi protokol kesehatan. Di lingkungan Dinas Pendidikan juga ketika (ada) yang positif atau sakit, langsung WFH," pungkasnya. (Sam)
Baca juga: Hukum Mati Koruptor Dana Sosial
Baca juga: Tim Pengabdian UNS Dampingi UKM di Wonogiri Kembangkan Produk Janggelan
Baca juga: 1.067 Personil Gabungan Dikerahkan Amankan Pilkada Kabupaten Semarang 2020
Baca juga: Johanes Mengaku Tidak Mengenal Pengumandang Adzan Jihad di Tegal