Penanganan Corona
Anjing Mampu Cium Covid-19 dari Keringat, Ini Hasil Penelitian Terbaru Lengkapnya
Bukti tentang kemampuan indera penciuman anjing yang dapat mendeteksi Covid-19 kembali ditemukan. Kali ini, anjing bisa mencium bau SARS-CoV-2 dari k
Bagaimana anjing bisa mencium bau Covid-19, masih belum bisa dijelaskan.
Peneliti masih berhipotesis bahwa begitu SARS-CoV-2 ada di dalam sel manusia, itu akan memecah molekul tertentu dalam keringat, napas, urin, air mata, air liur dan kotoran.
Sehingga, pemecahahan molekul tersebut akan menghasilkan senyawa organik volatil tertentu (VOC).
VOC yang menguap dari kulit kita ini berkontribusi pada bau badan seseorang yang berpotensi menjadi bau Covid-19 yang akan diendus anjing.
Faktanya, prinsip sama inilah yang memungkinkan mereka mendeteksi jenis kanker tertentu.
Mungkin kedengarannya aneh dan mustahil, apakah anjing benar-benar bisa mengendus bau yang dikeluarkan oleh manusia.
Peneliti menegaskan bahwa manusia memiliki sekitar 6 juta reseptor penciuman, sedangkan anjing memiliki hingga 300 juta reseptor penciuman.
Istilah praktisnya, anjing dapat mengendus bau meskipun konsentrasinya hanya satu bagian per triliun.
Studi deteksi Covid-19 oleh anjing dilakukan di dua lokasi, di Paris dan Beirut, Lebanon.
Total ada enam anjing pendeteksi yang direkrut dan 177 pasien dari lima rumah sakit.
Sampel keringat untuk studi ini diambil dari usap ketiak dari para pasien.
Anjing-anjing tersebut dilatih selama satu hingga tiga minggu untuk menandai sampel yang berbau Covid-19.
Setelah dilatih, mereka diuji untuk mendeteksi sampel yang tidak diketahui baik oleh pawang maupun anjing-anjing tersebut.
Dalam setiap sesi, penyeka keringat ditempatkan secara acak di belakang tiga atau empat kerucut olfaktorius, semuanya ditampilkan sekaligus.
Anjing itu mengendusnya sebelum menandai yang dianggap positif Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/a-dogs-journey.jpg)