Penanganan Corona
Anjing Mampu Cium Covid-19 dari Keringat, Ini Hasil Penelitian Terbaru Lengkapnya
Bukti tentang kemampuan indera penciuman anjing yang dapat mendeteksi Covid-19 kembali ditemukan. Kali ini, anjing bisa mencium bau SARS-CoV-2 dari k
Hasilnya benar-benar mengesankan, tetapi ada beberapa ada batasan karena ini hanya studi buta tunggal (single-blind).
Artinya, meski pawang dan anjing tidak mengetahui lokasi sampel positif, setelah anjing menandai sampel yang tepat, pawang diberitahu mereka dapat memberikan hadiah.
Meski demikian, peneliti tidak menemukan adanya perubahan dalam tingkat keberhasilan saat anjing diberikan sampel untuk pertama kalinya, kedua, atau ketiga kalinya.
Faktanya, separuh anjing yang dilatih di Paris memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi saat pertama kali swab diperkenalkan.
Penulis mengatakan bahwa hasil ini mendukung hipotesis bahwa ingatan penciuman tidak memainkan peran utama, jika ada, dalam tugas diskriminasi dalam penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal PLOS ini.
Salah satu batasan utama lainnya adalah bahwa anjing diberi semua aroma secara bersamaan, bukan secara berurutan.
Hal itu berarti peneliti tidak dapat benar-benar menentukan seberapa sensitif atau spesifik hidung anjing di antara sampel.
Para penulis sepenuhnya mengakui ketidaksempurnaan ini, tetapi mereka juga membuat beberapa pembaruan penting pada penelitian yang dilakukan di tempat lain di dunia.
Oleh sebab itu, studi lebih lanjut sangat diperlukan, termasuk versi double-blind.
Para peneliti Perancis juga meyakini ada banyak alasan untuk terus melakukan studi bagaimana anjing dapat dilatih untuk deteksi Covid-19, terutama untuk menskrining pada sekelompok besar orang.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anjing Cium Bau Covid-19 dari Keringat di Ketiak Pasien, Kok Bisa?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/a-dogs-journey.jpg)