Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Anjing Mampu Cium Covid-19 dari Keringat, Ini Hasil Penelitian Terbaru Lengkapnya

Bukti tentang kemampuan indera penciuman anjing yang dapat mendeteksi Covid-19 kembali ditemukan. Kali ini, anjing bisa mencium bau SARS-CoV-2 dari k

Tayang:
Editor: m nur huda
UNIVERSAL PICTURES
Ilustrasi - Film A Dog's Journey, persahabatan Ethan dan anjingnya, Bailey, tayang 10 Juli 2019. 

TRIBUNJATENG.COM - Bukti tentang kemampuan indera penciuman anjing yang dapat mendeteksi Covid-19 kembali ditemukan.

Kali ini, anjing bisa mencium bau SARS-CoV-2 dari keringat.

Anjing telah lama menjadai sahabat manusia, bahkan kemampuan indera penciuman dan kepintarannya banyak dimanfaatkan untuk mendeteksi 40 jenis bom, mengendus jejak kecil obat, melakukan pencarian dan penyelamatan ekstensif.

Baca juga: Rizieq Shihab Jalani Tes Swab Sebelum Diperiksa Polisi, Hasilnya Negatif Covid-19

Baca juga: Mahfud MD Tegaskan Alasan Pemerintah Tak Anggap FPI Ada, Belum Nyatakan Setia Pancasila

Baca juga: Bareskrim Perintahkan Polda Metro Tangkap Penyebar Video Hoaks Penembakan Laskar FPI

Baca juga: Kata Rizieq Shihab Soal Kemungkinan Ditahan Seusai Diperiksa di Polda Metro: Nanti Kita Lihat

Tak hanya itu, anjing juga dapat mencium bau kanker usus besar dari kentut.

Hal ini juga yang meyakinkan peneliti, bahwa bau virus SARS-CoV-2 juga mungkin bisa tercium oleh hewan ini.

Konsep studi yang dilakukan peneliti di Perancis dan Lebanon, seperti dilansir dari Science Alert, Sabtu (12/12/2020), telah berhasil melatih enam anjing pendeteksi yang bekerja untuk mendeteksi bau pasien yang terjangkit virus corona penyebab Covid-19.

Menariknya, hanya dalam waktu kurang dari sehari, anjing-anjing ini telah mengenali dan menghafal bau tersebut.

Dalam beberapa pekan, anjing telah dilatih menandai dengan benar sampel keringat mana yang berasal dari pasien Covid-19 yang bergejala, dan mana yang tidak.

Tingkat keberhasilan pada beberapa anjing pada tes terakhir mencapai 76 persen, sedangkan yang lainnya 100 persen benar.

Kendati penelitian ini masih terbatas dan sangat awal, namun bukti yang terkumpul membuktikan bahwa anjing terlatih mungkin merupakan cara yang cepat, andal, dan murah untuk menyaring, namun bukan menguji Covid-19.

"Hasil ini memberikan beberapa bukti, anjing pendeteksi mungkin dapat membedakan antara sampel keringat dari orang dengan Covid-19 bergejala dan orang yang negatif Covid-19 tanpa gejala," tulis pada penulis studi.

Di masa depan, indera penciuman anjing yang sensitif ini dapat dilatih secara spesifik untuk mengenali infeksi Covid-19.

Diharapkan juga dapat menjadi pertimbangan otoritas nasional untuk menggunakan anjing pendeteksi terlatih dalam menskrining dengan cepat dalam sekelompok besar orang yang diduga terpapar virus SARS-CoV-2.

Skrining Covid-19 oleh anjing telah banyak digunakan sejumlah negara di dunia, seperti Chili, Argentina, Brasil, Australia dan Belgia.

Bahkan, skema percontohan di Finlandia telah menunjukkan bahwa anjing yang ditempatkan di Bandara Helsinki dapat mendeteksi Covid-19 dengan ketepatan hampir 100 persen setiap saat.

Sampel keringat dari ketiak pasien

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved