Temukan 1.000 Kasus Virus Corona Jenis Baru, Inggris Sudah Kabari WHO
Varian baru covid-19 ditemukan di lebih dari 1.000 kasus infeksi di Inggris, dan diperkirakan dapat menimbulkan lonjakan kasus infeksi yang tinggi.
TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Varian baru covid-19 ditemukan di lebih dari 1.000 kasus infeksi di Inggris. Pemerintah Inggris menyebut, varian baru virus tersebut dapat menimbulkan lonjakan kasus infeksi yang tinggi.
Dikutip dari laman Al Jazeera, otoritas setempat juga memberlakukan pembatasan sosial level tertinggi di London dan wilayah sekitarnya untuk menekan penularan covid-19.
Saat ini belum ada bukti yang menunjukkan strain baru virus corona tersebut menimbulkan penyakit yang lebih parah atau tidak terpengaruh oleh vaksin covid-19.
Meski demikian, pada Senin (14/12) lalu, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan, sedikitnya 60 pemerintah daerah telah mencatat infeksi yang disebabkan oleh varian baru itu.
"Saat ini kami mengidentifikasi lebih dari 1.000 kasus dengan varian ini (virus corona baru-Red), terutama di Inggris Selatan, dengan kasus telah ditemukan di hampir 60 wilayah administrasi," katanya, kepada Dewan Rakyat Inggris dalam sebuah pernyataan.
Menurut dia, strain baru itu dapat berkontribusi terhadap tingginya tingkat penularan. "Dalam satu pekan lalu, kami telah melihat peningkatan eksponensial penularan virus yang sangat tajam di London, Kent, sebagian Essex, dan Hertfordshire," jelasnya.
"Kita belum tahu sampai mana peningkatan ini disebabkan oleh varian baru virus corona. Namun, apa pun penyebabnya, kita harus mengambil tindakan tegas yang cepat," lanjutnya.
Matt Hancock juga mengumumkan pemberlakuan pembatasan Tingkat Tiga di Ibu Kota Inggris dan sekitarnya mulai hari ini, Rabu (16/12).
Ia menuturkan, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah dikabari, dan para ilmuwan Inggris tengah melakukan studi terperinci.
Kepala Petugas Medis Inggris, Prof Chris Whitty menyatakan, tes usap (swab test) untuk virus corona yang tersedia akan mendeteksi varian baru yang sebagian besar ditemukan di Kent dan wilayah sekitarnya dalam beberapa minggu terakhir.
Menurut dia, perubahan atau mutasi terjadi pada protein 'kait' atau spike pada virus - bagian yang membantunya menginfeksi sel dan target vaksin-vaksin covid yang sedang dikembangkan. Masih terlalu dini untuk mengetahui secara pasti pengaruh perubahan ini pada perilaku virus. (Tribunews/BBC)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksin-pfizer-biontech-covid-19-kepada-margaret-keenan.jpg)