50 Juta Orang di China akan Divaksin Covid-19 Sebelum Imlek
China berencana memvaksinasi 50 juta orang dalam kelompok prioritas tinggi terhadap virus corona sebelum dimulainya puncak musim perjalanan Imlek.
TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - South China Morning Post melaporkan, China berencana untuk melakukan vaksinasi terhadap 50 juta orang dalam kelompok prioritas tinggi terhadap virus corona sebelum dimulainya puncak musim perjalanan Tahun Baru Imlek awal tahun depan.
Mengutip Reuters, menurut laporan tersebut, Beijing berencana mendistribusikan 100 juta dosis vaksin yang dibuat perusahaan China Sinopharm dan Sinovac Biotech Ltd.
China telah memberikan status penggunaan darurat kepada dua kandidat vaksin dari Sinopharm dan satu lagi dari Sinovac Biotech.
China telah menyetujui yang keempat, yakni vaksin dari CanSino Biologics Inc, untuk penggunaan militer.
Laporan SCMP mengatakan, para pejabat China telah diminta menyelesaikan 50 juta dosis pertama pada 15 Januari, dan yang kedua pada 5 Februari.
"Inokulasi massal untuk kelompok dengan prioritas tinggi bertujuan mengurangi risiko penyebaran penyakit selama liburan tahunan selama seminggu," tulis laporan itu.
Kelompok prioritas tinggi itu termasuk petugas kesehatan, petugas polisi, pemadam kebakaran, petugas bea cukai, petugas kargo, pekerja transportasi dan logistik.
Menurut para pejabat, Provinsi Sichuan di China dapat mulai memvaksinasi orang tua dan orang-orang dengan kondisi yang mendasarinya pada awal bulan depan, setelah menyelesaikan suntikan untuk kelompok prioritas. (Kontan.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-peneliti-melakorium.jpg)