Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Terus Lakukan Penanganan Sampah, Pengolahan Pakai Incenerator akan Dilelang Februari

Semakin banyak penduduk Kota Semarang, semakin banyak pula sampah yang dihasilkan.

Istimewa
Ilustrasi. Petugas rumah pompa, Rastum (35) tampak cekatan membersihkan sampah di rumah pompa Kali Tenggang Kota Semarang dengan menaiki perahu ponton, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persoalan sampah memerlukan penanganan serius. Semakin banyak penduduk Kota Semarang, semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, rata-rata sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang sebanyak 900 ton per hari.

Pemerintah Kota Semarang pun telah melakukan berbagai upaya penanganan sampah, mulai dari pembentukan bank sampah untuk daur ulang sampah plastik hingga komposting untuk sampah organik.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penanganan sampah di Kota Semarang sudah dilakukan dengan baik. Diupayakan, tidak ada sampah yang tercecer di tempat-tempat umum. dari tingkatan rumah tangga, sampah masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang sudah tersedia di masing-masing wilayah.

Kemudian, dikirim ke TPA. Sampah dilakukan proses komposting. Selain itu, Kota Semarang memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi listrik melalui landfill gas. Prosesnya, sampah ditutup membran kemudian akan menghasilkan gas methan yang bisa menjadi tenaga listrik.

Tak cukup hanya penanganan itu, rencananya Pemerintah Kota Semarang akan membangun pengolahan sampah menjadi energi listrik menggunakan tenaga incenerator.

"Kami berupaya di bawah supervisi Kemenko Maritim dan Investasi supaya pembangkit yang bahan bakar sampah bisa dilelang di Semarang," ucap.Hendi, sapaan akrabnya, Minggu (20/1/2020)

Hendi melanjutkan, rencana tersebut saat ini masih falam tahapan final business case (FBS). Dia memperkirakan pelelangan akan dilakukan sekitar Februari-Maret 2021.

"Mudah-mudaban bisa terealisasi di periode kami," ucapnya.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menambahkan, tahapan FBC program pengolahan sampah menjadi energi listrik menggunakan incenerstor akan sesai pada Desember ini.

Sementara, pengelolaan sampah energi listrik menggunakan teknologi landfill gas saat ini sudah berjalan. Energi listrik yang dihasilkan dari sampah tersebut sudah dijual ke PLN untuk didistribusikan ke warga. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved