Breaking News:

Trump Ajak Demo Besar Menjelang Pelantikan Biden

Presiden AS Donald Trump mengajak pendukungnya melakukan demo besar pada Januari, menyusul keengganannya mengakui kemenangan Joe Biden di Pilpres AS.

Editor: Vito
AP PHOTO/ALEX BRANDON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol saat beranjak meninggalkan Blue Room Balcony Gedung Putih. Ia menyapa para pendukungnya pada Sabtu (10/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Presiden AS Donald Trump mengajak pendukungnya melakukan demo besar pada Januari, menyusul keengganannya mengakui kemenangan Joe Biden di Pilpres AS.

Dalam kicauannya di Twitter, presiden ke-45 AS itu membeberkan mengenai laporan setebal 36 halaman yang dikeluarkan stafnya, Peter Navarro.

Dalam laporannya, Navarro menyebut adanya bukti dugaan kecurangan yang lebih dari cukup untuk membatalkan kekalahan petahana.

"Laporan bagus dari Peter. Secara statistik memang sulit untuk kalah di Pilpres 2020. Demo besar di DC pada 6 Januari. Bersiaplah, ini akan gila!" kata Trump.

Dalam serangkaian twit lanjutan, sang presiden mendesak koleganya di Partai Republik untuk tidak mengakui kemenangan Joe Biden.

Namun, desakan itu tampaknya tidak berarti, karena Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell sudah memberi selamat, setelah Dewan Elektoral memastikan kemenangan Biden.

Dilansir New York Post Sabtu (19/12), petahana mengeklaim rivalnya dari Partai Demokrat itu sudah kalah di enam negara bagian penentu. "Dia (Biden-Red) tidak menang.

Dia tertangkap basah membuang ratusan ribu surat suara. Kini politisi Republik harus memastikan kemenangan mereka tak tercuri. Jangan lemah!" tegasnya.

Meski demikian, kedua kicauan tersebut ditandai Twitter sebagai 'cek fakta', di mana klaim Trump itu membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan kebenarannya.

Adapun, pada 6 Januari, Kongres AS bakal menghelat sesi gabungan, di mana mereka mengonfirmasi laporan Dewan Elektoral yang mengukuhkan Biden.

Meski nanti ada sejumlah politisi yang bakal mengajukan keberatan, agenda itu diyakini tak bakal mengganggu kemenangan Biden.

Dalam Pilpres AS yang dihelat 3 November lalu, Biden menang telak dengan meraih 306 suara elektoral, berbanding 230 dari Trump.

Adapun, dibutuhkan minimal 270 suara elektoral untuk mendapatkan tiket ke Gedung Putih dan memperoleh titel Presiden AS. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved