Berita Semarang
Arzan Seminggu Pusing Takut Ketemu Polisi: Motor Saya Tertukar di Minimarket Manyaran
Motor Honda Beat yang biasa digunakan untuk operasional usahanya tertukar dengan motor lain dengan merek serupa.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Arzan Qomarrudy seminggu ini dibuat pusing.
Lantaran motor Honda Beat yang biasa digunakan untuk operasional usahanya tertukar dengan motor lain dengan merek serupa.
Kendati motor yang tertukar lebih bagus kondisinya, namun dia mengaku was-was jika menggunakannya.
Baca juga: Ganjar Kontak Yoyok Soal Karangan Bunga: Kalau Belum Bikin Surat Permohonan Jangan Ngomong Dulu
Baca juga: Yoyok Sukawi Buka Suara Soal Kiriman Karangan Bunga #2021BaliJatidiri ke Kantor Ganjar Pranowo
Baca juga: Alasan Panser Biru Kirim Karangan Bunga #2021BaliJatiDiri ke Kantor Gubernur Jateng
Baca juga: Isi Surat Wasiat Pria Gantung Diri dalam Sumur Kering: Bacakan Yasin di Atas Kepalaku
Apalagi motor yang dimilikinya merupakan motor khusus operasional sehingga sering seliwer di jalan raya.
"Meski motor kami jelek tapi fungsinya sangat berarti.
Motor itu biasa kami gunakan untuk operasional terutama buat belanja bahan dagangan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (21/12/2020).
Dia menjelaskan, motor yang tertukar miliknya merek Honda Beat warna merah tahun 2007 pelat nomor H 5344 EY.
Ciri-ciri khusus ada tulisan Jus Jos di selebor depan.
Kondisi motor banyak cacatnya berupa lecet di beberapa bagian.
Sedangkan motor yang ketukar Honda Beat warna merah keluaran tahun 2011 pelat nomor area Kendal.
Kondisi bagus tampak lebih baru dan terawat.
"Kalau hitung-hitungan siapa yang lebih untung tentu saya.
Lantaran dapat motor yang lebih baru.
Akan tetapi itu bukan motor saya, jadi tentu tak nyaman menggunakannya," ungkapnya.
Dia menjelaskan, proses tertukarnya motor saat karyawannya mengendarai motor tersebut untuk membeli ayam geprek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/motor-tertukar-di-manyaran.jpg)