Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kedubes Amerika Serikat Dihujani 8 Roket Buntut Balas Dendam Kematian Qassem Soleimani

Pembalasan dendam atas kematian jenderal Iran, Qassem Soleimani tampaknya masih berlanjut.

Tayang:
Editor: galih permadi
YouTube
ilustrasi roket 

TRIBUNJATENG.COM - Pembalasan dendam atas kematian jenderal Iran, Qassem Soleimani tampaknya masih berlanjut.

Pihak militer Irak mengatakan, delapan roket menghujani Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Zona Hijau Baghdad, Irak yang dijaga ketat, Minggu (20/12/2020).

Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan kerusuhan baru menjelang peringatan satu tahun pembunuhan Qassem Soleimani bulan depan.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel '8 Roket Targetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad, Jelang Peringatan Meninggalnya Qassem Soleimani'

Dilaporkan, serangan roket tersebut melukai satu petugas keamanan Irak yang menjaga pos pemeriksaan.

Selain itu juga menyebabkan kerusakan material pada beberapa mobil serta komplek perumahan yang biasanya kosong.

Menurut pernyataan pihak kedutaan, sistem pertahanan C-RAM milik Kedutaan AS yang digunakan untuk mencegat rudal di udara diaktifkan untuk menangkis serangan tersebut.

"Kedutaan AS mengkonfirmasi roket yang menargetkan Zona Internasional (Zona Hijau) mengakibatkan keterlibatan sistem pertahanan kedutaan," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa ada kerusakan kecil di kompleks Kedutaan.

"Kami menyerukan kepada semua pemimpin politik dan pemerintah Irak untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan semacam itu dan meminta pertanggungjawaban mereka," kata pernyataan itu.

Sistem C-RAM dipasang oleh AS pada pertengahan tahun ketika militan bersenjata meningkatkan serangan roket yang menargetkan kedutaan dan sekitarnya.

AS menarik beberapa stafnya dari Kedutaan Besarnya di Baghdad awal bulan ini.

Washington juga mengurangi personel militer di wilayah tersebut, sebelum peringatan pertama serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Tertinggi Iran, Qassem Soleimani pada 3 Januari 2020.

Para pejabat AS mengatakan, pengurangan pasukan dipicu kekhawatiran tentang kemungkinan serangan balasan.

Seperti diketahui, pembunuhan Qassem Soleimani memicu kemarahan dan membuat parlemen Irak mengeluarkan resolusi yang tidak mengikat beberapa hari kemudian, menyerukan pengusiran semua pasukan asing dari Irak.

Di Irak, AS berencana untuk mengurangi jumlah pasukan dari 3.000 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari 2021.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved