Tingkatkan Kerja Sama, RI-Turki bakal Bangun Peluncur Roket dan Satelit
Indonesia dan Turki tengah menjajaki kerja sama membangun tempat peluncuran roket (spaceport building), satelit, dan kendaraan peluncur satelit.
JAKARTA, TRIBUN - Indonesia dan Turki tengah menjajaki kerja sama membangun tempat peluncuran roket (spaceport building), satelit, dan kendaraan peluncur satelit.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers bersama Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, setelah melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa (22/12).
Selain tempat peluncuran roket dan satelit, Retno mengatakan, Ankara dan Jakarta juga sepakat melakukan kerja sama di bidang industri dirgantara, mobil elektrik, dan teknologi medis, serta farmasi.
"Terkait dengan kerja sama teknologi dan industri, sejak Juni lalu, pembicaraan intensif telah dimulai kedua negara untuk bekerja sama di bidang industri dirgantara, mobil elektrik, tempat peluncuran roket, satelit, dan kendaraan peluncur satelit ," kata Retno, di samping Cavusoglu.
Retno menuturkan, kerja sama Turki-Indonesia dalam bidang pertahanan dan industri pertahanan terus mengalami kemajuan yang signifikan.
Selain rencana proyek bersama, dia menambahkan, menteri dan pejabat pertahanan Turki-Indonesia juga saling mengunjungi kedua negara dalam 2 tahun terakhir.
Menurut dia, saling kunjung pejabat pertahanan kedua negara memperkuat komitmen Ankara dan Jakarta untuk mengembangkan lebih jauh kemitraan pertahanan dan industri pertahanan kedua negara.
"Saling kunjung antara pejabat pertahanan menunjukkan peningkatan yang signifikan (dalam kerja sama-Red). Menteri Pertahanan RI juga baru saja mengunjungi Turki pekan lalu," jelasnya.
Sementara itu, Menlu Cavusoglu menyatakan, Indonesia merupakan mitra kunci Turki di Asia Tenggara. Kerja sama RI-Turki, khususnya dalam bidang ekonomi dan pertahanan terus meningkat.
"Kedua negara mendapat banyak keuntungan dari kerja sama industri pertahanan. Turki telah banyak menanamkan modal dalam sektor ini, dan nyatanya kualitas produk terbaik dengan harga yang kompetitif serta tidak ada hambatan politik," paparnya.
Adapun, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia tahun depan dan bertemu dengan Presiden Jokowi. Rencana lawatan Erdogan ke Jakarta itu merupakan kunjungan balasan setelah Jokowi menemuinya di Ankara, Turki, pada 2017 lalu.
"Kunjungan (Erdogan-Red) ini akan menandai peningkatan hubungan Indonesia-Turki ke tatanan baru, salah satunya akan berfokus membahas penjajakan pembentukan Dewan Strategis Tingkat Tinggi," terang Retno. (cnn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-menlu-retno-marsudi-saat-mengikuti-rapat-kerja-perdana.jpg)