Breaking News:

Canda Tawa Sertijab Muhadjir Effendy dan Risma: "Saya Orangnya Galak"

Usai dilantik di Istana, Muhadjir bersama Risma berangkat satu mobil dengan menumpangi Innova ke kantor Kementerian Sosial.

Editor: rustam aji
Tangkapan gambar channel YouTube Kemensos RI
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy serahkan jabatan Menteri Sosial ke Tri Rismaharini, Rabu (24/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- Serah-terima jabatan Menteri Sosial dari Muhadjir Effendy ke Tri Rismaharini berlangsung di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (23/12).Acara berlangsung penuh gelak tawa. Dihadiri oleh pejabat di jajaran Kementerian Sosial dengan mematuhi penarapan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker.

Usai dilantik di Istana, Muhadjir bersama Risma berangkat satu mobil dengan menumpangi Innova ke kantor Kementerian Sosial. Saat acara serah-terima jabatan, Muhadjir sempat memanggil Risma dengan "wali kota".

"Bu wali kota. Maaf, Bu Mensos maksud saya. Saya kira Bu Risma sosok tidak asing bagi kita semua. Beliau adalah wali kota Surabaya sebelum menjabat sebagai Menteri Sosial," kata Muhadjir.

Muhadjir mengenal Risma sebagai sosok yang menguasai persoalan. Ia menyontohkan bagaimana Risma menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yakni Gang Dolly. Risma dipucuk pimpinan Kementerian Sosial, diyakini Muhadjir dapat menjadi pemimpin yang baik.

 Risma mengenakan kebaya serba merah, warna khas partai yang menaunginya, PDI Perjuangan. Saat memberikan sambutan, Risma mengingatkan betapa sentralnya peran Kementerian Sosial di tengah pandemi Covid-19.

Tapi Risma sempat berkelakar, ketika melihat jajaran Kemensos berdiri di hadapannya terlihat tegang. Ia meminta mereka untuk santai. Meski diakui dirinya memang terkadang galak dalam bekerja, tapi selama pekerjaan itu tuntas dan pekerjaannya diselesaikan dengan baik, kemarahan itu tidak akan ke luar."Teman-teman berdirinya santai saja, kok kesel kabeh, capek semua nanti," kata Risma.

"Saya orangnya sangat detail, kadang-kadang galak. Kadang-kadang, kalau kebangetan saya marah baru. Sekali marah jangan takut, setelah itu selesai," ujar Risma.

Hari pertama setelah dilantik, kata Risma, ia juga sempat heran dengan pin menteri yang terpasang di kebayanya. Sebab, selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, ia tidak pernah memakai simbol wali kota."Saya juga kadang-kadang, mba pin ini harus dipakai, aduh, saya pakai simbolnya wali kota itu tidak pernah kalau tidak upacara saya tidak pernah pakai. Mudah-mudahan tidak ketinggalan terus tidak bisa masuk. Jadi saya pernah diusir, mana simbolnya wali kota, yowis saya pulang," ceritanya.

Di kesempatan yang sama, Risma berharap jajaran Kemensos memiliki pemikiran untuk membantu sesama dalam mengemban tugas. Risma sempat menceritakan upayanya menutup Gang Dolly. Sempat ada gangguan dalam merealisasikannya.

"Waktu menutup Dolly betapa beratnya hidup saya, diancam dibunuh, tiap sore itu ada ular datang ke rumah. Belum polisi di depan rumah bilang rumahnya kebakaran, pas kita keluar tidak ada apa-apa," cerita Risma.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved