Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ledakan Bom Mobil Tewaskan 5 Orang Lagi di Afganistan, Kali Ini Para Dokter

Sekitar lima orang, termasuk empat dokter tewas setelah bom yang dipasang di mobil mereka meledak di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Selasa (22/12).

Editor: Vito
GOOGLE
Ilustrasi bom 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Serangan bom mobil kembali terjadi di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Selasa (22/12). Sekitar lima orang, termasuk empat dokter tewas setelah bom yang dipasang di mobil mereka meledak.

Para dokter tersebut diketahui tengah menuju penjara Pul-e-Charkhi yang berada di pinggiran timur Kabul. Berdasarkan penuturan Humas Kepolisian Kabul, Ferdwas Faramarz, penjara tersebut menampung ratusan militan Taliban.

Mengutip Al Jazeera, belum jelas apakah para dokter menjadi sasaran ledakan tersebut. Sementara, orang kelima yang tewas dalam ledakan bom mobil belum dapat diidentifikasi. "Dua lainnya terluka dalam ledakan itu," ungkap Faramarz.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang merusak sebagian bangunan dan toko yang ada di dekat lokasi ledakan itu.

Adapun, kelompok ISIS mengeklaim berada di balik beberapa serangan di Kabul dalam beberapa bulan terakhir. ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas serangan roket pada Sabtu (19/12) lalu di Pangkalan Militer Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di Afghanistan.

NATO dan pejabat provinsi mengeklaim, tak ada korban dalam serangan Sabtu lalu. Pada Senin (21/12), pria bersenjata dilaporkan merenggut nyawa jurnalis Afghanistan, Rahmatullah Nekzad. Nekzad adalah reporter ketiga yang terbunuh dalam dua bulan terakhir di kota Ghazni timur.

Sehari sebelumnya, pada Minggu (20/12),ledakan bom mobil di Kabul menewaskan sekitar sembilan orang dan melukai lebih dari 15 orang. Menurut Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, korban termasuk politikus Khan Mohammad Wardak.

Kekerasan di Afghanistan telah meningkat, bahkan ketika para pelobi Taliban dan pemerintah Afghanistan mengadakan pembicaraan di Qatar.

Seperti diketahui, pertemuan tersebut untuk menuntaskan kesepakatan damai yang dapat mengakhiri perang selama beberapa dekade. (Tribunnew)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved