Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Unnes Beri Anugerah Gelar Doktor Kehormatan HC kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Universitas Negeri Semarang memberikan gelar doktor kehormatan Honoris Causa (HC) kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribunjateng.com/hermawan handaka
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (tengah) berfoto bersama Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman (tiga dari kiri), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kiri) dan tamu undangan lain usai menerima penganugrahan Doctor Honoris Causa dari Unnes di auditorium kampus setempat, Rabu (23/12/20). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan gelar doktor kehormatan Honoris Causa (HC) kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Penganugerahan gelar HC dalam Bidang Manajemen Olahraga kepada Airlangga Hartarto diselenggarakan melalui Sidang Senat Terbuka di Auditorium Unnes, Rabu (23/12/2020).

Sejumlah pejabat hadir dalam penganugerahan kepada Ketua Umum PB Wushu itu.

Di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan masih banyak lainnya.

Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat atas anugerah yang diperoleh menteri di kabinetnya itu.

Menurut Jokowi, sapaan presiden, selama ini Airlangga Hartarto dikenal sebagai teknokrat dan seorang menteri.

Padahal, Airlangga merupakan sosok yang telah berperan dalam memajukan olahraga wushu di Indonesia.

"Tidak banyak orang yang tahu mengenai hal itu.

Nah, penghargaan akademik ini membuktikan pengakuan dari Unnes atas kontribusi Airlangga Hartarto dalam memajukan olahraga Indonesia, dalam hal ini wushu," kata Jokowi, yang disampaikan secara virtual.

Jokowi menuturkan, kemajuan olahraga tak bisa lepas dari peran seseorang yang menjadi pimpinan.

Seperti halnya olahraga wushu, keberadaan ketua umum menentukan kemajuan tersebut.

Bahkan, sekarang ini wushu menjadi lebih produktif dengan meningkatkan kualitas pelatih sebagai prioritasnya.

"Ini bisa menjadi basis pengembangan olahraga melalui perguruan tinggi dengan basis sport science.

Semoga lahir banyak atlet wushu di berbagai provinsi di tanah air," ucapnya.

Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman mengungkapkan, penganugerahan gelar HC kepada Ketua Umum PB Wushu Airlangga Hartarto berdasarkan pemantauan lama terhadap kemajuan olahraga wushu di Indonesia.

"Penganugerahan ini juga sudah berdasarkan rekomendasi berbagai perguruan tinggi lain yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK)," kata Prof Fathur.

Dikatakannya, secara kelembagaan, PB Wushu adalah pihak yang memiliki kontribusi besar dalam memajukan olahraga wushu Indonesia.

Organisasi secara berkelanjutan melakukan penjaringan dan pembinaan atlet wushu di tanah air dengan berbagai strategi.

Adapun secara personal, lokomotif yang telah menggerakkan wushu sehingga menjadi sedemikian maju adalah Ketua Umum PB Wushu, yaitu Airlangga Hartarto.

Airlangga dinilai bukan hanya menahkodai organisasi sehingga dapat mengantar para atlet mendulang medali di berbagai ajang internasional, tetapi juga melakukan modernisasi yang membuat kapal ini bergerak dinamis dan inovatif menghadapi berbagai tantangan.

"Kepemimpinan inovatif dari Airlangga Hartarto telah diakui luas, bahkan oleh Presiden RI sendiri.

Pada Hari Olahraga Nasional tahun 2020 beberapa waktu lalu, Presiden memberikan anugerah sebagai pembina olahraga terbaik kepada Dr Airlangga Hartarto.

Bahkan Menpora juga mengapresiasi inovasi dan kreativitas PB Wushu dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi," ujarnya.

Salah satu inovasinya adalah dengan menggelar kejuaraan wushu secara virtual di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Prof Fathur, ini sebuah terobosan yang bukan saja menunjukkan kreativitas tetapi juga menunjukkan dedikasi yang luar biasa besar terhadap cabang olahraga wushu.

Kemudian, modernisasi PB wushu telah terbukti nyata mendorong prestasi nasional cabang olahraga tersebut.

Hal ini tidak bisa dipisahkan dengan pemikiran Airlangga Hartarto sebagai ketua umum PB Wushu.

"Meskipun beliau adalah ekonom, beliau terbukti memiliki gagasan besar dan otentik dalam bidang manajemen olahraga," jelasnya.

Sementara itu dalam orasinya, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa masa pandemi Covid-19 ini merupakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi dunia olahraga.

Status pandemi ini mengharuskan semua menjaga jarak fisik, sehingga berbagai kompetisi olahraga di semua tingkat, daerah, nasional hingga internasional harus ditunda atau dibatalkan.

"Meski pandemi, olahraga khususnya wushu harus tetap berprestasi melalui kompetisi.

Karena menurut saya, atlet yang terus berlatih tanpa ada kompetisi, ibarat kuliah terus tanpa ada ujian.

Makanya PB wushu menyelenggarakan kompetisi wushu secara virtual di tengah pandemi," katanya.

Dikatakannya, prestasi olahraga pada dasarnya tak hanya muncul dari performa atlet dan pelatih, namun peran dan kinerja organisasi juga mempengaruhi performa atlet yang berdampak pada pencapaian prestasi.

Selain itu, tujuan lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kesinambungan prestasi, melalui proses talent scouting yang akuntabel, scientific dan tetap memberi sentuhan manusiawi.

"Permasalahan biasanya mulai muncul berkaitan dengan pengelolaan organisasi olahraga termasuk sistem yang berkaitan dengan isu-isu kebijakan dan arah kinerja dari sebuah organisasi olahraga.

Sistem tata kelola organisasi tidak hanya memberikan kerangka ke mana arah organisasi olahraga tersebut, tetapi juga membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga," paparnya.

Namun, lanjutnya, tidak semua organisasi olahraga memiliki sistem tata kelola yang baik.

Padahal sistem tata kelola atau good governance adalah komponen penting untuk mengelola organisasi olahraga.

Kinerja organisasi yang baik tidak terlepas dari pengelolaan organisasi yang rapi dan tertata, dan tidak terlepas dari campur tangan pemimpin organisasi.

"Kita patut bangga terhadap para atlet Indonesia, terutama atlet wushu yang telah menyumbangkan prestasinya.

Tercatat selama tiga tahun terakhir, atlet wushu Indonesia meraih banyak prestasi pada ajang internasional," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkesinambungan, program regenerasi atlet dan peningkatan kualitas pelatih menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi wushu di masa yang akan datang.

PB Wushu Indonesia, senantiasa memberikan perhatian yang seimbang, antara atlet senior dan atlet junior.

Pembinaan atlet junior merupakan jaminan akan terwujudnya pencapaian prestasi dunia yang berkesinambungan.

(Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved