Breaking News:

PSIS Semarang

Manajemen PSIS Semarang Resmi Ajukan Izin Pemakaian Stadion Jatidiri ke Pemprov Jateng

Manajemen PSIS Semarang menunggu jawaban Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai secara resmi mengajukan surat izin pemakaian Stadion Jatidiri kepada

tribunjateng.com/hermawan handaka
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Tengah, sedang membersihkan karangan bunga bertuliskan #2021BaliJatidiri yang dipasang oleh suporter fanatik PSIS Semarang di pagar kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/12/20). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang menunggu jawaban Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai secara resmi mengajukan surat izin pemakaian Stadion Jatidiri kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin (28/12/2020) kemarin.

Pantauan Tribunjateng.com, penyerahan surat izin tersebut juga dikabarkan melalui akun media sosial resmi PSIS. Satu di antaranya instagram.

Dalam dokumentasi yang diunggah, tampak CEO PSIS Yoyok Sukawi didampingi pengurus klub datang langsung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang.

Pengantaran surat pun secara prosedur dengan menyerahkan ke staff Tata Usaha Gubernur Jawa Tengah dan staff Tata Usaha Sekretaris Daerah Jawa Tengah dan tanpa bertemu pejabat yang bersangkutan.

Surat yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini menyikapi desakan suporternya, Panser Biru kepada manajemen PSIS terkait gerakan #2021BaliJatidiri. 

"Siang ini, CEO PSIS @yoyok_sukawi didampingi Manajer Tim @nikijuluw_anton mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyampaikan surat izin pemakaian Stadion Jatidiri sesuai aspirasi teman-teman Panser Biru beberapa waktu lalu."

"Surat tersebut ditujukan kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah dan tembusan ke Bapak Sekda serta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," tulis akun @psisfcofficial di Instagram.

Perlu diketahui, beberapa hari sebelumnya, Panser Biru lewat perwakilan pengurus menyampaikan sejumlah tuntutan ke manajemen PSIS.

Panser Biru membawa empat poin ke manajemen PSIS pada saat itu antara lain;  DPP Panser Biru meminta manajemen agar segera membuat surat ke Pemprov Jawa Tengah berkaitan dengan pemakaian atau sewa Stadion Jatidiri

Kemudian, DPP Panser Biru siap bila mana nanti dipertemukan dengan pihak Pemprov Jateng berkaitan dengan aksi atau tuntutan terkait #2021BaliJatidiri.

DPP Panser Biru juga memberikan waktu kepada manajemen PSIS 2x24 jam sejak surat tuntutan diterima dan di tandatangani oleh pihak manajemen PSIS.

Apabila melebihi waktu tersebut tidak ada tindakan, maka DPP Panser Biru akan menggelar aksi-aksi untuk gerakan #2021BaliJatidiri lebih besar lagi. 

Adapun poin terakhir yakni, Panser Biru menuntut kepada CEO PSIS ( dalam hal ini Yoyok Sukawi--Red), yang namanya di sebut dalam postingan Facebook Anton Sudibyo untuk melaporkan akun facebook tersebut atas dasar tidak ada sama sekali perjanjian untuk gerakan #2021BaliJatidiri , karena gerakan ini murni dari keluh kesah anggota Panser Biru yang ingin PSIS bermarkas di Jatidiri. (arl)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved