Habib Jafar Alkaff Meninggal

Sambut Jenazah Habib Ja'far di Semarang, Ganjar Minta Masyarakat Tak Berkerumun Saat Pemakaman

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut kedatangan jenazah Habib Ja'far al Kaff di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (2/1/2020).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut kedatangan jenazah Habib Ja'far Alkaff saat tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (2/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut kedatangan jenazah Habib Ja'far al Kaff di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (2/1/2020).

Didampingi Kapolda Jateng dan perwakilan dari Kodam IV Diponegoro, Ganjar memberikan penghormatan terakhir di tempat itu.

Tiba di bandara sekira pukul 10.40 WIB, Ganjar menunggu sebentar sambil bercengkrama dengan keluarga.

Berkali-kali Ganjar mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan berusaha menenangkan.

Sekitar pukul 10.50 WIB, jenazah Habib Ja'far tiba di bandara Amad Yani Semarang.

Baca juga: 50 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Hotel di Malam Tahun Baru 2021 

Baca juga: Fadli Zon Sebut Maklumat Kapolri Soal Pelarangan FPI Kebablasan & Anti-Demokrasi

Baca juga: Ketua GP Ansor Jateng: Habib Jafar Paku Buminya Indonesia

Baca juga: AS Kirim 2 Kapal Perang Lewati Selat Taiwan, China Kerahkan Kapal Induk Shandong

Ganjar dan Kapolda bersama keluarga Habib Ja'far kemudian menjemput jenazah di landasan menggunakan mobil khusus dari Angkasa Pura.

Setelah itu, tak ada prosesi lama-lama, Ganjar langsung meminta rombongan jenazah segera melanjutkan perjalanan ke Kudus.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut kedatangan jenazah Habib Ja'far Alkaff saat tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (2/1/2020).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut kedatangan jenazah Habib Ja'far Alkaff saat tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (2/1/2020). (Istimewa)

"Soalnya mesti cepat, agar tidak ada kerumunan dan sunnahnya memang harus dipercepat. Makanya hari ini saya bersama pak Kapolda hadir untuk mengantarkan menyambut dan mengantarkan jenazah habib melanjutkan perjalanan ke Kudus," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya.

Ganjar meminta masyarakat tidak berkerumun dalam prosesi pemakaman Habib Ja'far. Sebab, kondisi saat ini sedang pandemi, dan ia menghimbau agar masyarakat mendoakan dari rumah masing-masing.

"Pak Kapolda sudah menyiapkannya sejak semalam. Tadi pagi saya kontak Bupati Kudus untuk menyiapkan semuanya. Polres, Kodim di sana sudah siap dan kami berharap protokol kesehatan dijaga," imbuhnya.

Ganjar juga berterimakasih kepada pihak bandara yang dengan cepat membantu prosesi pemberangkatan dan kedatangan Habib Ja'far. Terbukti di bandara Ahmad Yani Semarang, tidak ada kerumunan masyarakat karena dibatasi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut kedatangan jenazah Habib Ja'far Alkaff saat tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (2/1/2020).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut kedatangan jenazah Habib Ja'far Alkaff saat tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (2/1/2020). (Istimewa)

"Habib itu luar biasa, terbukti hari ini semua orang ingin berkerumun. Kalau tidak kita batasi, pasti bandara penuh," terangnya.

Ganjar sendiri mengatakan bahwa Habib Ja'far sangat disayang oleh masyarakat dan juga umat Islam. Beliau selalu memberikan kebaikan dan ketenangan bagi umat.

"Mudah-mudahan beliau diterima di sisiNya dan kita berharap seluruh dosa-dosanya diampuni Allah," pungkasnya.

Habib Ja'far al Kaff meninggal dunia di Samarinda Kalimantan Timur pada Jumat (1/1/2020). Jenazahnya rencananya akan dimakamkan di kediamannya di Kudus pada Sabtu (2/1/2020).

Habib Ja'far al Kaff merupakan ulama kharismatik yang telah malang melintang di Indonesia. Ia dikenal sebagai wali yang memiliki maqom majdub dan sering melakukan aktifitas nyleneh atau dikenal dengan sifat jadzab. Dalam penampilannya sehari-hari, Habib Ja'far selalu nyentrik dengan rambut gondrong, pakaian sederhana, sandal jepit dan kopiah hitam. Salah satu hal aneh yang pernah dilakukan Habib Ja'far adalah membuang uang ratusan juta rupiah ke lautan.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved