Berita Semarang
Cuaca Ekstrem di Semarang Bikin Durian Rontok, Kelengkeng dan Sawo Raksasa Siap Panen Raya
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang akhir-akhir ini tak menjadi mimpi buruk bagi para petani buah di Kota Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
Sayangnya, di tengah lahan terbatas saat ini banyak lahan yang difungsikan sebagai perumahan terutama di wilayah Mijen dan Gunungpati.
"Dua wilayah Kecamatan tersebut sudah digadang sebagai kawasan pengembangan pertanian Kota Semarang namun juga dilirik oleh para pemodal besar dibidang properti," ujarnya.
Dia menambahkan, Pemkot Semarang mungkin bisa menggandeng para petani untuk menggarap lahan tidur yang potensial digarap oleh petani buah.
"Mungkin ada lahan tidur yang bisa digarap petani buah tentu kami mau untuk diajak bekerjasama," imbuhnya.
Di sisi lain, petani durian di Kota Semarang diprediksi mengalami penurunan produksi buah lantaran cuaca ekstrem.
Ketua Asosiasi Petani Konservasi Kota Semarang, Tumidiarso menjelaskan, curah hujan tinggi yang masih kerap terjadi membuat produksi buah durian di Sentra Durian Gunungpati alami penurunan.
Menurutnya, penurunan produksi durian diperkirakannya lebih dari 70 persen.
"Turunnya jauh disebabkan karena cuaca masih hujan lebat disertai angin.
Akibatnya bakal buah durian banyak yang rontok.
Lantas menyebabkan produksi rendah karena gagal panen," bebernya.
Dia menyebut, ketika kondisi cuaca mendukung, satu pohon durian bisa menghasilkan 20 hingga 30 buah.
Ketika cuaca seperti ini, satu pohon hanya bisa berbuah 4 hingga 6 buah saja.
"Jadi produksi musim durian kali ini tentu turun drastis," katanya.
Selain itu, lanjut dia, musim durian mundur yang biasanya jatuh tiap akhir tahun namun kali ini akan jatuh di Januari sampai Februari.
"Sekarang ada sekira 2.000 pohon durian yang siap panen," ungkapnya. (Iwn)