Breaking News:

Berita Internasional

Donald Trump Sebut Angka Kematian Covid-19 AS Dibesar-besarkan, Pejabat Kesehatan Beri Tanggapan

Donald Trump menyatakan bahwa lebih dari 350.000 kematian karena Covid-19 adalah jumlah yang dibuat-buat.

Editor: M Syofri Kurniawan
AFP PHOTO/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol ketika berjalan menuju ke Marine One untuk berangkat ke Rumah Sakit Militer Walter Reed setelah mengumumkan dia positif Covid-19 pada 2 Oktober 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Donald Trump menyatakan bahwa lebih dari 350.000 kematian karena Covid-19 adalah jumlah yang dibuat-buat. 

Pejabat kesehatan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (3/1/2021) menolak klaim tersebut.

Trump mengklaim bahwa jumlah kasus dan kematian "sangat dibesar-besarkan" karena "metode penentuan yang konyol", menuduh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) memiliki kebijakan "Jika ragu, sebut saja Covid."

Baca juga: Habib Rizieq Sebut Kerumunan di Petamburan Didukung Satgas Covid-19, Wagub DKI: Tidak Mungkin

Baca juga: Mbah Margono Solo Hilang, Tetangga Dengar Suara Rintihan, Ternyata Terjepit di Sela Rumah

Baca juga: Cerita Arofatur Warga Pekalongan Tertipu Kasur Spring Bed Palsu, Berisi Kardus dan Kayu

Baca juga: Jangan Mau Masuk Terminal Terboyo Semarang Lagi, Banyak Preman dan Calo Tiket: Pakai Terminal Resmi

Sebagai tanggapan, ilmuwan top AS Anthony Fauci mengatakan di ABC bahwa "itu adalah angka nyata, orang sungguhan, dan kematian sungguhan."

Ahli Bedah Umum Jerome Adams, yang dicalonkan oleh Trump menjadi Kepala Badan Kesehatan Masyarakat AS, mengatakan kepada CNN bahwa dia tidak melihat alasan untuk mempertanyakan angka kematian dari CDC federal.

Sekitar 4,2 juta orang di AS telah menerima dosis awal vaksin 2 dosis dari Pfizer-BioNTech atau Moderna, jauh di bawah prediksi resmi sebesar 20 juta pada tahun baru.

Presiden lalu menyalahkan otoritas lokal atas penundaan tersebut, men-tweet bahwa "vaksin dikirim ke negara bagian oleh Pemerintah Federal jauh lebih cepat dari pada yang dapat mereka berikan!"

Lebih dari 13 juta dosis vaksin telah didistribusikan secara nasional, tetapi upaya untuk memvaksinasi petugas kesehatan dan orang-orang yang rentan terhambat oleh masalah logistik dan rumah sakit serta klinik yang kewalahan.

"Ada beberapa gangguan, itu bisa dimengerti," kata Fauci, menambahkan itu adalah tantangan "mencoba untuk memulai program vaksin besar-besaran dan memulai dengan langkah yang benar."

Sebagian dari masalahnya, kata Adams, adalah bahwa "banyak kapasitas lokal untuk dapat memvaksinasi digunakan untuk pengujian dan menanggapi lonjakan."

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved