Berita Regional
Inilah Sosok Nur Saman Dianggap Gelandangan Settingan Drakor Saat Menteri Risma Blusukan
Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi perbincangan setelah melakukan blusukan di Jakarta.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi perbincangan setelah melakukan blusukan di Jakarta.
Beberapa hari lalu, sejumlah netizen menyoroti aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini yang blusukan ke berbagai tempat di Jakarta.
Terlihat dalam video, Risma sempat menemui sejumlah gelandangan atau tunawisma.
Baca juga: 4 Pendukung Donald Trump Tewas Saat Demo Pengukuhan Kemenangan Joe Biden
Baca juga: Reaksi Endro Jubir Ponpes Al Mukmin Ngruki Soal Spanduk Penyambutan Kepulangan Abu Bakar Baasyir
Baca juga: Polisi Meralat, Kecepatan Mobil Chacha Kecelakaan di Tol Semarang Langgar Aturan, Khotbul Tersangka
Baca juga: Fakta Baru Kematian Chacha Sherly, Bukan Kecelakaan Beruntun, Sopir Jadi Tersangka
Blusukan ala Risma itu dianggap settingan alias hanya rekayasa oleh beberapa pihak.
Salah satunya adalah akun twitter @Andhy_SP211.
Akun tersebut mengunggah beberapa foto terkait gelandangan yang ditemui Risma.
Ia juga mencantumkan narasi yang mengatakan bahwa orang yang ditemui Risma bukan gelandangan.
"Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan, bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny..," demikian bunyi narasi yang ditulis akun Twitter @Andhy_SP211.
"Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga ," tulis akun Facebook Adhe Idol yang kemudian di-capture dan diunggah di akun Twitter @Andhy_SP211.
Postingan itu pun viral di media sosial dan mendapat komentar beragam dari warganet.
Benarkah tuduhan itu?
TribunJakarta.com mencoba menelusuri kebenaran dari postingan tersebut dengan menemui sosok gelandangan yang dimaksud.
Sosok itu bernama Nur Saman (69).
Faktanya, pria paruh baya itu memang seorang gelandangan.
Dia bukan gelandangan setingan alias gelandangan dadakan.