Breaking News:

Berita Kendal

Pemkab Kendal Buka Peluang KBM Tatap Muka Awal Februari Mendatang

Disdikbud membuka peluang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap awal Februari.

Istimewa
Disdikbud Kendal cek kesiapan KBM tatap muka di beberapa sekolah yag sudah mengajukan proposal, Rabu (6/1/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membuka peluang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka awal Februari mendatang. Skemanya dilakukan 2 pekan berjalan dan 1 pekan off untuk evaluasi bagi sekolah yang lolos memenuhi syarat dan mendapatkan izin.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, saat ini baru ada 6 SMP yang sudah memberikan proposal syarat pengajuan KBM tatap muka kepada Dinas. Meliputi, SMPN 2 Brangsong, SMPN 1 Brangsong, SMPN 2 Boja, SMPN 3 Patebon, SMPN 2 Cepiring, dan SMPN 2 Gemuh. 

Keenam SMP sudah dilakukan verifikasi ulang proposal dan visitasi lapangan untuk menentukan kelayakan sekolah membuka KBM tatap muka

Kata Wahyu, bagi sekolah yang layak dengan memenuhi prosedur kelengkapan kesehatan akan direkomendasikan ke Bupati agar mendapatkan izin pembelajaran tatap muka. "Desember kemarin sudah ada kebijakan baru dari Pemerintah Pusat yang menyerahkan kewenangan KBM tatap muka kepada daerah masing-masing. Di kami ada Paud, SD, SMP, dan Pendidikan Kesetaraan. Yang sudah mengajukan proposal baru 6 SMP," terangnya, Kamis (7/1/2021).

Mekanisme KBM tatap muka kali ini adalah perpaduan pebelajaran jarak jauh dengan pembelajaran langsung. Artinya, bagi tenaga pendidik dan siswanya dalam keadaan siap, bisa melaksanakan KBM tatap muka. Sementara bagi siswa yang belum siap, bisa mengikuti pembelajaran secara daring.

Wahyu menuturkan, sebelum KBM tatap muka dilaksanakan, sekolah wajib memenuhi syarat daftar priksa dan syarat aman Covid-19 di wilayah tersebut. Sekolah juga harus mengadakan rapid tes antigen untuk semua tenaga pendidik bagi sekolah yang lolos perizinan.

Sekolah juga harus memedomani juknis Dinas Pendidikan, termasuk pembentukan satgas Covid-19 hingga pemenuhan sarana prasarana pendukung kesehatan lengkap. Pihak sekolah juga harus memenuhi persetujuan orangtua siswa serta membuat daftar rekapitulasi data guru dan siswa yang memiliki riwayat penyakit.

Persiapan ini rencananya dilakukan sepanjang Januari dengan harapan, berapapun sekolah yang lolos persyaratan dan mendapatkan izin akan menjadi pionir simulasi KBM tatap muka di Kendal

"Dalam persyaratan itu, kami batasi maksimal 50% jumlah siswa yang bisa mengikuti pembelajaran langsung tiap harinya, nanti bergantian. Kalau yang siswanya banyak, maksimal 35% bergantian," terang Wahyu.

Disdikbud Berhak Menghentikan KBM Tatap Muka

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved