Berita Kendal
Pemkab Kendal Buka Peluang KBM Tatap Muka Awal Februari Mendatang
Disdikbud membuka peluang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap awal Februari.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membuka peluang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka awal Februari mendatang. Skemanya dilakukan 2 pekan berjalan dan 1 pekan off untuk evaluasi bagi sekolah yang lolos memenuhi syarat dan mendapatkan izin.
Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, saat ini baru ada 6 SMP yang sudah memberikan proposal syarat pengajuan KBM tatap muka kepada Dinas. Meliputi, SMPN 2 Brangsong, SMPN 1 Brangsong, SMPN 2 Boja, SMPN 3 Patebon, SMPN 2 Cepiring, dan SMPN 2 Gemuh.
Keenam SMP sudah dilakukan verifikasi ulang proposal dan visitasi lapangan untuk menentukan kelayakan sekolah membuka KBM tatap muka.
Kata Wahyu, bagi sekolah yang layak dengan memenuhi prosedur kelengkapan kesehatan akan direkomendasikan ke Bupati agar mendapatkan izin pembelajaran tatap muka. "Desember kemarin sudah ada kebijakan baru dari Pemerintah Pusat yang menyerahkan kewenangan KBM tatap muka kepada daerah masing-masing. Di kami ada Paud, SD, SMP, dan Pendidikan Kesetaraan. Yang sudah mengajukan proposal baru 6 SMP," terangnya, Kamis (7/1/2021).
Mekanisme KBM tatap muka kali ini adalah perpaduan pebelajaran jarak jauh dengan pembelajaran langsung. Artinya, bagi tenaga pendidik dan siswanya dalam keadaan siap, bisa melaksanakan KBM tatap muka. Sementara bagi siswa yang belum siap, bisa mengikuti pembelajaran secara daring.
Wahyu menuturkan, sebelum KBM tatap muka dilaksanakan, sekolah wajib memenuhi syarat daftar priksa dan syarat aman Covid-19 di wilayah tersebut. Sekolah juga harus mengadakan rapid tes antigen untuk semua tenaga pendidik bagi sekolah yang lolos perizinan.
Sekolah juga harus memedomani juknis Dinas Pendidikan, termasuk pembentukan satgas Covid-19 hingga pemenuhan sarana prasarana pendukung kesehatan lengkap. Pihak sekolah juga harus memenuhi persetujuan orangtua siswa serta membuat daftar rekapitulasi data guru dan siswa yang memiliki riwayat penyakit.
Persiapan ini rencananya dilakukan sepanjang Januari dengan harapan, berapapun sekolah yang lolos persyaratan dan mendapatkan izin akan menjadi pionir simulasi KBM tatap muka di Kendal.
"Dalam persyaratan itu, kami batasi maksimal 50% jumlah siswa yang bisa mengikuti pembelajaran langsung tiap harinya, nanti bergantian. Kalau yang siswanya banyak, maksimal 35% bergantian," terang Wahyu.
Disdikbud Berhak Menghentikan KBM Tatap Muka
Pada pelaksanaan KBM tatap muka nantinya, Disdikbud Kendal bersama Satgas Covid-19 berhak menghentikan pembelajaran langsung apabila ditemukan kasus Covid-19 di sekolah. Selain itu, KBM tatap muka bisa saja diberhentikan saat terjadi kasus baru wilayah sekitar sekolah, termasuk arahan khusus dari Dinas Kesehatan sebagai pertimbangan kesehatan dan keselamatan siswa.
"Secara teknis Pemda mendukung adanya rencana simulasi KBM tatap muka ini. Dengan prinsip kehati-hatian dan mengedepankan keselamatan serta kesehatan siswa dan tenaga pendidik," terang Wahyu Yusuf Akhmadi.
Kata Wahyu, simulasi tersebut nantinya dapat diperluas jika situasi dan kondisi Covid-19 mereda. Simulasi KBM tatap muka juga tidak menggantikan pembelajaran jarak jauh yang saat ini sudah berjalan.
Disdikbud Kendal juga mengimbau kepada orangtua siswa agar bertanggungjawab atas keberangkatan dan kepulangan anak-anaknya. Skema pembelajaran bakal dibuat ketat maksimal 2 jam pembelajaran. Tidak ada istirahat yang dilakukan di luar kelas pembelajaran.
Skema lain, Wahyu menegaskan kepada semua tenaga pendidik agar menjadi pengawas sekaligus penjaga siswa selama KBM tatap muka berlangsung. Artinya, tenaga pendidik harus datang lebih awal sebelum siswa, dan pulang lebih akhir untuk memastikan semua siswanya dijemput oleh orangtua masing-masing.
"Kami juga minta kepada sekolah yang siap untuk memperbanyak papan informasi terkait pencegahan Covid-19. Juga saya minta dibuatkan papan informasi yang bisa dibaca siswa di depan pintu gerbang, bertuliskan 'Selesai jam sekolah, siswa langsung pulang ke rumah'. Untuk semester genap yang dimulai sejak Senin kemarin sementara masih menggunakan pembelajaran jarak jauh," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/disdikbud-kendal2.jpg)