Berita Regional
Ario 13 Kali Tusuk Perut Pacarnya, Tahu Korban Hamil 3 Bulan, Mayat Ditinggal di Masjid
Ario tega menusuk dada dan perut pacarnya 13 kali yang hamil 3 bulan. Mayat korban ditinggal di masjid.
TRIBUNJATENG.COM, ACEH - WD alias Ario Puntung(30) tega menusuk dada dan perut pacarnya 13 kali yang hamil 3 bulan.
Mayat korban ditinggal di masjid.
Korban berinisial FT, perempuan 17 tahun.
Baca juga: Kakak Ratih Windania Penumpang Pesawat Sriwijaya Air Jatuh: Adik Saya Hamil 5 Bulan
Baca juga: Mobil Rem Blong Tabrak Mbah-mbah Pedagang Sayur Pasar Bintoro Demak
Baca juga: Jari Balita Kebumen Putus Ditebas Pedang Tetangga: Ayahnya Dicari Tidak Ada, Ibu Anak Jadi Sasaran
Baca juga: Aturan Akad Nikah di Banyumas saat PSBB: Penghulu Diimbau Menolak Jika Belum Sesuai Prokes
Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan pelaku membunuh kekasihnya lantaran mengajak menikah karena hamil.
Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban FT pada Selasa 5 Januari lalu dengan sebilah pisau, Pukul 21.30 WIB.
Pelaku menganiaya di Halaman samping Masjid Al Badar Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal.
FT menderita luka sebanyak 13 tusukan di dada dan perut.
Setelah membunuh FT Pukul 22.30 WIB selanjutnya melakukan penganiayaan luka berat terhadap IM (35) di Emperan Toko Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan.
Setelah mendapat laporan, Polsek Sunggal bersama Polrestabes Medan, selanjutnya melakukan cek TKP dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.
Petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut selanjutnya melakukan cek TKP, hingga menemui jenazah FT.
Kemudian, melakukan cek TKP penganiayaan berat terhadap IM di Emperan Toko Jalan Nibung Raya.
Dalam penanganan kasus tersebut, Polda Sumut bersama Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.
Kemudian diketahui identitas pelaku yang ternyata melarikan diri ke Labuhanbatu, hingga tertangkap oleh jajaran Polsek Aek Natas, Polres Labuhanbatu.
"Kemudian dilakukan pencarian barang bukti, keterangan tersangka bahwa pembunuhan terjadi. Korban pertama yang dihabisi dengan pisau, itu ditemukan di Jalinsum Asahan, tepatnya di Kota Kisaran.
Kemudian barang bukti parang, dibuang di Kota Medan," kata Tatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembunuhan-gadis-aceh.jpg)