Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Keluarga Pilot Kapten Didik Singkirkan Karangan Bunga hingga Matikan TV, Harap Ada Keajaiban

Pilot Nam Air Kapten Didik Gunardi (49) masuk dalam manifest penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021). Keluarga masih berhara

Editor: m nur huda
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Karangan bunga yang dikirim ke kediaman Kapten Didik Gunardi di Bekasi disingkarkan oleh pihak keluarga, mereka masih berharap ada keajaiban, Senin (11/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Pilot Nam Air Kapten Didik Gunardi (49) masuk dalam manifest penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021).

Keluarga masih berharap ada keajaiban dari musibah tersebut.

Keluarga bahkan menyingkirkan karangan bunga hingga mematikan siaran TV.

Baca juga: Berikut Syarat Mendapatkan Vaksin, Pernah Terpapar Covid-19 Bukan Prioritas

Baca juga: Tak Hanya Polisi, Avsec Juga Investigasi Penggunaan Identitas Palsu 2 Penumpang Sriwijaya Air

Baca juga: Polisi Selidiki Penggunaan KTP Palsu 2 Penumpang Sriwijaya Air, Terungkap dari Laporan Keluarga

Baca juga: Burnley vs Manchester United, Kesempatan Emas Puncaki Klasemen Sejak Ditinggal Ferguson

Ia menyadari, anggota keluarganya itu kecil kemungkinan selamat melihat kondisi yang ada.

"Kami masih berharap ada keajaiban, meskipun sekecil apapun," kata Kakak kandung Didik, Inda Gunawan (57)di rumah duka Perumahan Vida Bumipala RT08/11 Pedurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (11/1/2021).

"Barangkali Tuhan berkehendak mudah-mudahan bisa ditemukan dalam keadaan hidup," imbuh Inda.

Kapten Didik Gunardi (49) merupakan pilot Maskapai Nam Air.

Dia menumpang Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak bersama lima kru.

Rencananya, pada Minggu (10/1/2021), Kapten Didik dan krunya akan berangkat menerbangkan pesawat Nam Air dari Pontianak tujuan Solo atau Surabaya.

Menyusul belum jelasnya informasi, pihak keluarga sampai menutup akses informasi dari media televisi.

Hal ini dilakukan agar keluarga di rumah dapat tetap berharap dan berdoa.

Terlebih istri Didik bernama Ari Kartini (40).

Ari Kartini tak kuasa melihat pemberitaan di televisi yang mengabarkan penemuan puing pesawat, bahkan beberapa potongan tubuh diduga penumpang.

"Begini ya, kalau informasi ditemukan atau belum, kita belum juga belum bisa memberikan informasi."

"Karena apa, di rumah ini juga informasi ini ditutup," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved