Penanganan Corona
Kemenko Perekonomian: Airlangga Hartarto Sempat Positif Covid-19 di 2020
Selama ini, baik pemerintah maupun Airlangga tidak pernah mengumumkan secara terbuka saat ia positif Covid-19.
Padahal, kata Dicky, pejabat seharusnya selalu terbuka dengan segala informasi terkait pandemi Covid-19, termasuk ketika terpapar virus corona.
Kemudian, keterbukaan juga diperlukan untuk menghilangkan stigma di masyarakat terhadap pasien Covid-19.
"Bagaimana kita bisa memberi contoh atau teladan kepada masyarakat bahwa penyakit ini bukanlah penyakit yang harus diberi cap negatif atau stigma. Ini kan penting peran pejabat atau tokoh publik," tutur dia.
Dicky menekankan, keterbukaan informasi tidak hanya menjadi kewajiban pejabat atau tokoh di tingkat nasional, tetapi juga pejabat daerah.
Di sisi lain, keterbukaan juga penting dalam upaya pelacakan kontak.
Ia menegaskan, upaya pelacakan kontak tidak akan berhasil jika tidak ada keterbukaan dari pemerintah atau pejabat publik.
"Karena tracing itu harusnya terbuka. Prinsip dasar dari tracing itu terbuka atau dibuka.
Walaupun bisa saja orangnya pada level orang umum tidak dibuka, tapi kalau pejabat publik ya dibuka, karena terlalu banyak orang yang berkaitan dan bertemu," ucap Dicky. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Pengakuan" Airlangga Sebagai Penyintas Covid-19 dan Kritik Atas Sikapnya yang Dinilai Salah"
Baca juga: 5 Poin Penting Perpres Penanggulangan Ekstremisme, Influencer hingga Pelatihan Penceramah
Baca juga: Perpres 7/2021 Diteken Jokowi, RUU Kepemilikan Senjata Api & Bahan Peledak Segera Disusun
Baca juga: Gugat Ayah Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal karena Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang
Baca juga: Nita Thalia Sebut Makam Nurdin Rudythia Bakal Dipindahkan Ke Pemakaman Keluarga