Perpisahan, Trump: Kami Berdoa Amerika Tetap Aman dan Sejahtera
Presiden ke-45 AS itu menyampaikan pidato perpisahan dari Gedung Putih pada malam sebelum hari pelantikan Joe Biden.
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Selasa (20/1) menjadi hari terakhir Donald Trump menjabat penuh sebagai presiden Amerika Serikat (AS), sebelum Joe Biden dilantik pada Rabu (20/1).
Trump tidak akan menghadiri upacara pengambilan sumpah seperti tradisi penyerahan kekuasaan ke Gedung Putih. Trump justru berencana terbang ke Florida.
Presiden ke-45 AS itupun menyampaikan pidato perpisahan dari Gedung Putih pada malam sebelum hari pelantikan Joe Biden.
Saat diblokir dari akses akun media sosial pribadinya, Trump menyampaikan pidato dalam video yang dirilis melalui akun media sosial resmi pemerintah.
"Minggu ini kami meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga Amerika tetap aman dan sejahtera. Kami menyampaikan harapan terbaik kami, dan kami juga ingin mereka beruntung," kata presiden dari Partai Republik itu dalam sambutannya seperti dikutip Reuters, Rabu (20/1).
"Kami telah melakukan apa yang harus kami lakukan di sini, dan lebih banyak lagi. Saya mengambil pertempuran yang sulit, pertarungan yang paling berat, pilihan yang paling sulit, karena itulah yang Anda pilihkan untuk saya lakukan," kata Trump seperti dilansir BBC, Selasa (19/1).
Ia pun memperingatkan,"Bahaya terbesar sekarang di hadapan negara ini, yaitu kehilangan kepercayaan pada kebesaran nasional kita (AS-Red)."
Presiden berusia 74 tahun itu menjalankan jabatannya, dari melawan China sampai tidak seperti sebelumnya, hingga serangkaian kesepakatan damai di Timur Tengah. "Saya sangat bangga menjadi presiden pertama dalam beberapa dekade yang tidak memulai perang baru."
Dua minggu terakhir masa jabatan Trump didominasi oleh dampak dari kerusuhan mematikan di Capitol Hill, ketika massa pendukungnya menyerbu Kongres, berusaha untuk membatalkan hasil pemilu.
Merujuk pada kerusuhan di Capitol AS pada 6 Januari, dia berkata, "Kekerasan terkait politik adalah serangan terhadap segala sesuatu yang kita hargai sebagai orang Amerika. Semua orang Amerika merasa ngeri dengan serangan di Gedung Capitol. Itu tidak pernah bisa ditoleransi."
Trump mengakui bahwa pemerintahan baru akan menjabat, tetapi ia berkata, "Saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kami mulai baru saja dimulai." Adapun, Trump dikabarkan berencana membentuk partai baru yang akan diberi nama Patriot.
"Agenda kami bukan tentang [sayap] kanan atau kiri, ini bukan tentang Republik atau Demokrat, tetapi tentang kebaikan bangsa, dan itu berarti seluruh bangsa," kata Trump.
Dalam pesannya, Trump mengatakan pemerintahannya membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia, di mana pasar saham AS telah pulih dari pandemi virus corona, dengan indeks Nasdaq naik 42 persen pada 2020, dan S&P 500 naik 15 persen.
Namun, sektor perekonomomian lain menghadapi banyak tantangan. Sejumlah pengusaha memangkas pekerja-pekerja pada Desember. Penjualan ritel turun dalam beberapa bulan terakhir, sementara klaim pengangguran meningkat.
Dia meninggalkan kantor dengan peringkat approval sebesar 34 persen, rekor yang rendah untuk presiden yang akan meninggalkan jabatannya. Sementara di akhir masa jabatannya, Trump memberikangrasi kepada 73 narapidana. (Kompas.com/bbc)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-as-donald-trump-tampil-di-hadapan-pendukungnya.jpg)