Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

36 Pengkab Sepakat Desak Ketua KONI Kudus Mundur Dalam Musorkablub

36 Pengkab olahraga sepakat gelar kembali mosi tidak percaya‎ terhadap kepengurusan KONI Kab Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sedikitnya 36 Pengkab membentuk Forum Komunikasi Pengkab Olahraga se-Kabupaten Kudus untuk menggelar Musyarawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub?), di Resto Babon, Jumat (22/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Sedikitnya 36 pengurus kabupaten (Pengkab) olahraga sepakat menggelar kembali mosi tidak percaya‎ terhadap kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus.

Sejumlah Pengkab itu juga membentuk Forum Komunikasi Pengkab Olahraga se-Kabupaten Kudus untuk menggelar Musyarawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub‎), di Resto Babon, Jumat (22/1/2021).

Ketua Forum Komunikasi Olahraga se-Kabupaten Kudus, Imam Priyanto menjelaskan, mosi tidak percaya jilid pertama sudah dilakukan sekitar bulan Juni 2020 lalu.

Namun, persoalan yang dikeluhkan Pengkab selama ini tidak kunjung diselesaikan. Sehingga pihaknya menggelar mosi tidak percaya jilid kedua.

"Jika tidak ada respons dari KONI Kudus selama 30 hari, maka sesuai AD/ART kami sendiri yang akan menggelar Musorkablub," ujar dia, Jumat (22/1/2021).

‎Menurutnya, kepengurusan KONI Kudus tidak ada kemajuan untuk mengembangkan prestasi atletnya.

"Kami merasa tidak ada kemajuannya, sehingga kami menginginkan adanya penggantian kepemimpinan untuk pembinaan olahraga di Kudus," ujarnya.

Dia mencontohkan, terdapat empat pengurus cabang olahraga‎ yang berasal dari satu lingkungan keluarga.

‎Sehingga dikhawatirkan dinasti keluarga yang menguasai empat cabang olahraga itu dapat berpotensi menempatkan kepentingan keluarga di atas prestasi yang seharusnya menjadi target.

"Iya ada empat pengurus olahra‎ga itu dari keluarganya sendiri, anaknya, menantunya masing-masing pegang," ujar dia.

‎Sementara itu, Ketua Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVI) Kudus, Ridwan menjelaskan, kepengurusan KONI Kudus dinilai gagal dalam membina atlet dan pelatihnya.

Padahal, pemberian penghargaan terhadap atlet dan ‎pelatih merupakan hal yang utama untuk KONI Kudus.

"Entah itu penghargaannya dalam bentuk materi, atau pekerjaan. KONI Kudus seharusnya bisa memberikan penghargaan yang lebih," ujar dia.

Dia mencontohkan, setiap pelatih yang mengantarkan atletnya memperoleh medali emas, perak atau perunggu berhak mendapatkan penghargaan. Namun, jumlah penghargaan yang diberikan nilainya tidak sesuai dengan prestasi yang telah dicapai.

"Misalnya pelatih yang memperoleh medali perak yang seharusnya dapat penghargaan Rp 30 juta‎, ini hanya dapat Rp 10 juta. Perunggu yang seharusnya Rp 15 juta hanya dapat Rp 5 juta," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved