Berita Semarang
Selepas Sholat Ashar, Bocah SD Semarang Mancing di Sendang Lanang, Tak Lama Kemudian Ditemukan Tewas
NRP (10) pelajar kelas 4 SD warga Pesantren Mijen, meregang nyawa di pemandian umum Sendang Lanang Wonorejo, Pesantren, Mijen, Kota Semarang
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - NRP (10) pelajar kelas 4 SD warga Pesantren Mijen, meregang nyawa di pemandian umum Sendang Lanang Wonorejo, Pesantren, Mijen, Kota Semarang,Minggu (24/1/2021) pukul 16.30 WIB.
"Iya kejadian nahas itu kemarin petang.
Korban dimakamkan hari ini," terang Kapolsek Mijen Kompol Ady Pratikto kepada Tribunjateng.com, Senin (25/1/2021).
• Fakta Baru Perampokan di Semarang, Pelaku Takut Ditembak Korban Bawa Pistol, Dapat Info Orang Dalam
• Sakit Hati Dihina Anak Kandung Meninggal Jadi Babi, Mbah Ramisah di Kendal Tak Mau Kutuk Balik Anak
• Kecelakaan Maut Pesawat Jatuh, Pemain dan Presiden Klub Sepakbola Tewas
• Fakta Baru Ibu Kandung di Kendal Digugat Anak: Saya Rawat Anaknya dari Bayi Umur 5 Bulan
Dia menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat korban bersama temannya, FA (10) bermain di Sendang Lanang.
Korban dan FA ketika itu pulang dari masjid selepas salat asar.
Mereka lantas memancing ikan bersama di Sendang Lanang Wonorejo yang tak jauh dari rumah korban.
Hampir setengah jam asyik memancing, FA lari meminta tolong ke warga.
Bertemulah FA dengan dua saksi lain orang dewasa.
Dengan ketakutan FA menceritakan perihal tenggelamnya korban.
Diduga korban tercebur ke Sendang lantaran terpeleset sebab FA juga tak mengetahui secara pasti.
FA tak berani menolong lantaran juga tak bisa berenang.
"FA bersama dua pria dewasa itu segera menuju Sendang.
Sesampainya di Sendang mereka kaget korban sudah tak tampak di permukaan air," bebernya.
Kapolsek melanjutkan, dua orang pria dewasa tersebut segera masuk ke air sendang untuk mencari korban.
Kondisi sendang kedalaman 1,5 meter dengan luas sekira 3 x 10 meter tak menyulitkan proses pencarian korban.
Tak berselang lama sekira 15 menit, akhirnya koban ditemukan di dasar sendang.
Korban diberi pertolongan pertama oleh para saksi namun tak menunjukan reaksi.
"Selanjutnya korban dibawa pulang ke rumahnya lantas segera di bawa ke RS Permata Medika, Ngaliyan, Kota Semarang," katanya.
Tim medis yang memeriksa korban pada pukul 17.20 menyatakan korban telah meninggal dunia.
"Korban saat tiba di rumah sakit dan diperiksa dokter sudah tak bernyawa. Dalam pemeriksaan juga tak ditemukan tanda-tanda kekerasan," katanya.
Dia menambahkan, korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan hari ini, Senin (25/1/2021).
"Keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak otopsi yang dinyatakan dalam surat pernyataan," imbuhnya. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/nrp-10-pelajar-kelas-4-sd-warga-pesantren-mijen-kota-semarang-meregang-nyawa.jpg)