Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Usul Kelas 6 SD dan 9 SMP untuk Masuk Sekolah

Siswa yang mau melaksanakan ujian dipersiapak untuk masuk sekolah tatap muka.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG
Petugas keamanan sekolah melakukan cek suhu tubuh kepada siswa dalam simulasi PTM di SMP Negeri 2 Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pasca Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I Disdikbudpora Kabupaten Semarang memutuskan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa SD dan SMP.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan, pemberlakukan PTM bagi siswa SD dan SMP dikhususkan untuk mereka yang duduk di kelas 6 SD dan 9 SMP.

"Jadi untuk PTM pasca PPKM itu kami khususkan siswa yang mau melaksanakan ujian. Sehingga anak-anak yang menjadi haknya itu terpenuhi," terangnya, seusai meninjau simulasi PTM di SMP 2 Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (26/1/2021).

Menurut Sukaton, dalam pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik di Kabupaten Semarang selama ini memakai lima metode mulai sistem luar jaringan (luring), tatap muka, guru berkunjung, daring, dan melalui saluran radio.

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Program Biden Buy American

MKKS SMK Jawa Tengah akan Gelar Lomba Kompetensi Siswa Maret Mendatang

DPR AS Resmi Kirim Tuntutan Pemakzulan Trump ke Senat

Ia menambahkan, pembelajaran merupakan hak seorang anak atau siswa. Karenanya satuan pendidikan baik SD maupun SMP harus memastikan capaian nilai mereka terfasilitasi.

"Total SMP ada 102, baik negeri maupun swasta. Adapun SD ada 455sekolah. Kami nanti juga akan meminta izin kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Semarang atas PTM ini. Semuasekolahsudah sesuai kriteria SKB empat menteri seperti memiliki thermogun dan menerapkan prokes," katanya

Kepala SMP Negeri 2 Tengaran, Kabupaten Semarang Waluyo mengatakan, selama PPKM lanjutnya, siswa belajar diarahkan secara daring. Kemudian mereka yang berdomisili pada wilayah terpencil susah akses internet difasilitasi guru berkunjung atau siswa datang ke sekolah.

"Nah, selama pandemi ini kami pakai sistem blended learning atau pembelajaran tatap muka sebagian sisanya daring. Sebelum masuk kelas juga diterapkan protokol kesehatan, bahkan di dalam kelas dibatasi hanya 16 siswa," ujarnya

Selama di sekolah siswa juga dilarang berangkulan, berjabat tangan, dan aktivitas yang memicu kerumunan ditiadakan termasuk waktu istirahat. Kemudian diwajibkan membawa bekal makanan atau minuman sendiri. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved