Berita Semarang
Rumah Kayu Guru Ngaji di Tambaklorok Semarang Hancur Diterjang Ombak
Dia menerangkan, rumah kayu miliknya sekaligus sebagai tempat mengaji anak-anak sudah satu minggu lalu hancur diterjang ombak.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tak terdengar suara syahdu anak-anak membaca ayat suci Alquran.
Yang ada hanya suara debur ombak mencium bebatuan.
Sesekali terdengar pukulan palu beradu dengan paku yang dibenankam ke kayu di sebuah rumah yang kini telah hancur.
• Pengalaman Ngeri Kang Pipit Selama 3 Tahun di Penjara, Sekamar 70 Orang, Baju Diganti yang Butut
• Mayat Captain Afwan Berhasil Diidentifikasi, Sosok Ini Menjadi Petunjuk
• Dikira Ajudan, Kopka Tauchid Ayah Letda Bagas Sempat Tak Diizinkan Masuk Istana Negara
• Teddy Tiba-tiba Tolak Warisan, Kirim Pesan ke Sule dan Rizky Febian
Rumah itu milik Ahmad Khafidhin (39) seorang guru ngaji bagi puluhan anak-anak warga Tambaklorok, Kota Semarang.
Warga bergotong royong secara swadaya memperbaiki rumah Khafidin agar dapat digunakan belajar mengaji kembali.
"Hancur semuanya rumah saya dari atap dan lantai.
Maklum semua bangunan rumah terbuat dari kayu beratap asbes," terang warga RT 9 Rw 15 Kampung Tambaklorok, Tanjung Mas, Semarang Utara, kepada Tribunjateng.com, Sabtu (30/1/2021) sore.
Dia menerangkan, rumah kayu miliknya sekaligus sebagai tempat mengaji anak-anak sudah satu minggu lalu hancur diterjang ombak.
Ketika itu ombak disertai angin kencang menerjang rumahnya yang terletak di bibir pantai.
Bahkan air rob sudah setinggi 1 meter merendam jalan depan rumahnya.
"Kejadian seminggu lalu pukul 01.00 WIB.
Saya istri dan keempat anak kaget karena sedang tidur.
Kami lantas menyelematkan diri," ungkapnya.
Dia mengatakan, berusaha menyelamatkan barang-barang berharga di rumahnya.
Yakni Alquran dan buku Iqra.