Berita Semarang
Rumah Kayu Guru Ngaji di Tambaklorok Semarang Hancur Diterjang Ombak
Dia menerangkan, rumah kayu miliknya sekaligus sebagai tempat mengaji anak-anak sudah satu minggu lalu hancur diterjang ombak.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
Total ada 25 Alquran dan belasan buku Iqra berhasil diselamatkan.
Sedangkan peralatan mengajinya seperti papan tulis, dompal ngaji hancur terbawa ombak.
"Ya hanya itu barang berharga di rumah saya.
Kasur pakaian basah semua tak bisa digunakan lagi.
Rumah juga tinggal kerangka saja," terang guru Ngaji sekaligus nelayan ini.
Dia mengaku, aktivitas mengaji tetap berjalan dengan menumpang rumah milik seorang warga.
Setidaknya masih ada 60 anak setia belajar mengaji meski menumpang.
Sekaligus di tempat itulah, dia dan keluarga untuk sementara tinggal di tempat tersebut.
"Saya perbaiki seadanya dulu agar tak menumpang.
Sekaligus nanti anak-anak bisa kegiatan mengaji kembali," tuturnya.
Sementara itu, Divisi sosial Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang, Mustakim menjelaskan, prihatin dengan kondisi rumah milik Ahmad Khafidhin yang hancur diterjang ombak laut.
Rumah seluas kurang lebih 3 meter x 5 meter yang terbuat dari kayu kondisinya sangat memprihatinkan.
"Beliau bekerja sebagai nelayan.
Malam hari mengajar puluhan anak belajar Alquran.
Kasihan hingga kini belum tersentuh bantuan.