Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

PAMMI Kudus Ancam Polisikan Irma Glow Soal Statement Pemotongan Anggaran Pekerja Seni

Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kudus menuntut permintaan maaf dari ‎Irma Glow.

Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Penasihat Hukum PAMMI Kudus, Didik Tri Wahyudi‎ ‎dan Ketua PAMMI Kudus, Sony Sumarsono, menunjukkan daftar penerima bantuan pekerja seni yang sudah disalurkan, di RM Saung Rakyat Indah, Kudus, Senin (1/2/2021). 

"Kami dari provinsi juga siap membantu untuk menempuh jalur hukum lewat tim advokasi hukum apabila yang disampaikan Irma Glow di media sosial dan media massa itu tidak benar," jelas dia.

Pernyataan Irma Glow

Sebelumnya telah diberitakan, sejumlah komunitas mengeluhkan pembagian bantuan dana sebesar Rp 12 juta bagi pekerja seni‎ yang tidak merata.

Bahkan, kata dia, terdapat sejumlah komunitas seni yang tidak memperoleh bagian dari bantuan dana tersebut.

Perwakilan Komunitas Vokal Kudus (Voku), ‎Irma Glow mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus menyerahkan anggaran bantuan itu melalui Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kudus.

Namun setelah dibagikan pada tanggal 17 Januari 2021, masing-masing komunitas hanya menerima Rp 500 ribu.

Padahal, yang tergabung di dalam PAMMI ada sebanyak 12 komunitas‎.

Sehingga setiap komunitas seharusnya memperoleh Rp 1 juta.

"Tapi kenyataannya bantuan untuk pekerja seni malah dipotong.

Sudah dipotong Rp 500 ribu, bahkan ada komunitas sound dan syuting belum dapat," jelas dia, Sabtu (30/1/2021).

Dia berharap, Disbudpar Kudus dapat menegur PAMMI yang dinilai lalai dalam menyerahkan bantuan bagi pekerja seni tersebut.

Pihaknya juga mendatangi kantor Disbudpar Kudus untuk menyelesaikan persoalan tersebut pada hari Jumat (29/1/2021) kemarin.

‎"Kami datang ke dinas itu tujuannya agar PAMMI itu ditegur," ujar dia.

Menurutnya, selama masa pandemi berlangsung PAMMI Kudus tidak pernah melakukan gerakan untuk memperhatikan komunitas di dalamnya.

"PAMMI Kudus‎ tidak pernah melakukan gerakan apapun untuk pekerja seni di bawah naungannya," jelas dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved