Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tanggapi Ancaman China, Angkatan Udara Pasifik AS Kerahkan Pesawat Pembom Menuju Pulau Guam

Pengerahan pesawat pembom menunjukkan kemampuan serangan global AS yang selalu siap untuk ditempatkan di mana saja di dunia, kapan saja.

Editor: Vito

TRIBUNJATENG.COM, SEOUL - Angkatan Udara Pasifik AS mengungkapkan, empat pesawat pembom jarak jauh B-52H telah dikerahkan ke Pulau Guam untuk misi pelatihan yang bertujuan memperkuat tatanan internasional berbasis aturan di kawasan Indo-Pasifik.

Hal itu bersamaan dengan ancaman dan langkah konkret China untuk mempersiapkan perang dengan melakukan latihan intensif di Selat Taiwan. Intrusi China di Taiwan merupakan tanda Beijing bersiap untuk melawan dengan kemungkinan perang melalui latihan.

"Empat pembom dari Skuadron Bom ke-96 di Pangkalan Angkatan Udara Barksdale, Louisiana, kembali ke wilayah Indo-Pasifik pada 28 Januari untuk penempatan Satuan Tugas Pengebom, melakukan operasi di luar Pangkalan Angkatan Udara Andersen, Guam," kata Angkatan Udara Pasifik AS, dalam pernyataan Senin (1/2), seperti dikutip Yonhap.

Pengerahan keempat pesawat pembom B-52H untuk mendukung upaya pelatihan Angkatan Udara Pasifik AS dengan sekutu, mitra, dan pasukan gabungan.

"Mengerahkan sebagai Satgas Pengebom melatih kemampuan kami untuk menghasilkan kekuatan tempur yang gesit di lokasi manapun yang kami butuhkan," ujar Letkol Christopher Duff, Komandan Skuadron Bom ke-96.

"Misi pembom strategis kami menunjukkan kemampuan serangan global kami yang selalu siap. Kami tetap siap untuk ditempatkan di mana saja di dunia, kapan saja," tegasnya, seperti dilansir Yonhap.

Pengerahan empat pembom B-52H berbarengan dengan pernyatan Kementerian Pertahanan China yang memperingatkan AS, tidak mungkin untuk menahan China jika tetap bertekad untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada perang.

John Kirby, juru bicara Pentagon Amerika Serikat (AS), sempat menanggapi latihan udara China baru-baru ini, dengan menyebut ancaman perang sebagai hal yang tidak menguntungkan.

Sebelumnya, sekelompok kapal induk AS yang dipimpin USS Theodore Roosevelt memasuki Laut China Selatan baru-baru ini untuk mempromosikan kebebasan laut. Perairan yang diperebutkan telah menjadi titik ketegangan dalam hubungan bilateral yang semakin panas antara Beijing dan Washington.

Presiden AS, Joe Biden telah mengirimkan peringatan tegas ke China atas ekspansi di Asia Timur dan Tenggara. Dalam sejumlah pernyataan, Biden menegaskan dukungan AS untuk para sekutu, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Hal itu sekaligus menandakan penolakan Washington atas klaim teritorial China yang disengketakan di wilayah-wilayah tersebut. (Kontan.co.id)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved