Berita Internasional
Bukti Kekejaman Nazi, Tanda Pengenal Anak Ini Ditemukan di Kamp Kematian
Peneliti menemukan tanda pengenal dari empat anak yang dibunuh Nazi di kamp kematian Sobibor di Polandia timur.
TRIBUNJATENG.COM - Peneliti menemukan tanda pengenal dari empat anak yang dibunuh Nazi di kamp kematian Sobibor di Polandia timur.
Tanda pengenal itu berupa label logam dan diberikan pada anak-anak oleh orangtuanya sebelum dipisahkan dari mereka.
Tanda pengenal itu diharapkan dapat membantu anak-anak dikembalikan ke rumah.
• Namanya Desi, Pantang Gengsi, Wanita Asli Tegal: Pagi Jadi Sopir Truk, Malam Nyinden Anak Ki Enthus
• 3 Kakak Beradik Menikah Bersama: Hamil dan Melahirkan dalam Waktu Bersamaan
• Sosok Tityes Jhasmine Istri Baru Norman Kamaru Mantan Polisi Viral
• Ancaman Mbah Pardi Loncat ke Bengawan Solo Terbukti, Gara-gara Tak Dijenguk Sanak Purwodadi
"Setiap artefak kecil yang kami miliki membawa sebuah cerita.
Ini adalah kisah komunitas dari mereka yang datang ke Sibobor," kata Yoram Haimi, arkeolog di Israel Antiquities Authority, seperti dikutip dari Live Science, Minggu (7/2/2021).
Selama Holocaust, Nazi membunuh 6 juta orang Yahudi, serta penyandang disabilitas, Roma, Polandia, dan orang Slavia lainnya.
Di Sobibor saja, menurut Encyclopedia Britannica sekitar 250.000 orang- kebanyakan orang Yahudi Polandia- dibunuh antara Mei 1942 dan Oktober 1943.
Sobibor sendiri terhubung dengan jalur kereta api yang digunakan untuk membawa orang-orang Yahudi dari seluruh Eropa.
Di dekat platform kereta api kamp itulah Haimi dan rekan-rekannya menemukan label pertama, milik Lea Judith De La Penha yang berusia 6 tahun yang terbunuh pada tahun 1943.
Tim kemudian menemukan tiga pengenal lainnya antara tahun 2012 dan 2014 di area pembunuhan kamp, yang merupakan kamar gas, krematorium, dan kuburan massal.
Tanda pengenal itu milik Deddie Zak yang berusia 8 tahun, Annie Kapper yang berusia 12 tahun dan David Juda Van der Velde yang berusia 11 tahun.
Tetapi ada yang menarik dari tanda pengenal David Juda. Identitas miliknya hanya tinggal setengah dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat terbakar.
"Nazi membakar tubuhnya dan hanya menyisakan tanda pengenal ini," jelas Haimi.
Tanda pengenal punya arti penting karena mencantumkan nama anak, tanggal lahir, dan asal mereka.
Hal tersebut membantu para arkeolog mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan singkat mereka.