Berita Internasional
Bukti Kekejaman Nazi, Tanda Pengenal Anak Ini Ditemukan di Kamp Kematian
Peneliti menemukan tanda pengenal dari empat anak yang dibunuh Nazi di kamp kematian Sobibor di Polandia timur.
Misalnya untuk menelusuri asal usul. Para peneliti menghubungi Herinneringscentrum Kamp Westerbork di Belanda, yang dulunya digunakan sebagai kamp transit selama Holocaust.
Ternyata semua anak tersebut berasal dari Amsterdam dan dapat dilacak melalui catatan kereta api orang-orang Yahudi yang dikirim ke Sobibor dari Eropa Barat.
Peneliti juga menemukan, jika anak-anak dengan tanda pengenal yang baru teridentifikasi itu merupakan bagian dari 1300 anak kecil berusia 4 hingga 8 tahun yang dipisahkan dari orangtua.
Malangnya, setelah tiba di Sobibor mereka segera dikirim ke kamar gas.
Haimi telah melakukan penelitian ekstensif di Sobibor.
Ia percaya bahwa jumlah korban tewas mungkin lebih besar dari yang dilaporkan.
Pasalnya, ada orang-orang Yahudi tiba di kamp dengan kereta api yang terdaftar sehingga tak terdata sebagai korban.
Belum lagi orang-orang yang dibawa ke kamp dengan berjalan kaki, truk, atau cara lain.
"Kami tak akan pernah tahu berapa banyak orang Yahudi terbunuh di kamp ini.
Dari ukuran kuburan massal, pasti lebih dari 250.000 orang," kata Haimi.
Penggalian mereka juga menemukan kamar gas kamp, yang merupakan bangunan seluas 3.700 kaki persegi (350 meter persegi) dengan delapan kamar.
"Berdasarkan dimensi tersebut kami dapat mengatakan, bahwa setiap kali Anda dapat memasukkan antara 800 hingga 900 orang di kamar gas ini, menyalakan motor tangki dan membunuh dalam 10 menit. Itu pabrik pembunuhan," kata Haimi.
Sementara itu beberapa tahanan tetap hidup untuk kerja paksa di Sobibor.
Mereka dipaksa untuk mengeluarkan tubuh korban dari kamar gas dan menguburkan di kuburan massal atau bekerja di administrasi dan area penerimaan kamp.
Namun menurut Museum Peringatan Holocaust AS, pada 14 Oktober 1943 terjadi pemberontakan.