Breaking News:

KBM Tatap Muka

KBM Tatap Muka di Kabupaten Tegal Kembali Mundur, Was'ari: Menunggu Surat Edaran Berikutnya

Rencana pelaksanaan KBM tatap muka siswa PAUD, PKBM/SKB, SD, dan SMP di Kabupaten Tegal kembali ditunda

Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal yang juga menjabat sebagai Bupati Tegal, Umi Azizah, terlihat berinteraksi dengan siswa saat melakukan pantauan KBM tatap muka di SDN Slawi Kulon 3, Senin (14/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Rencana pelaksanaan KBM tatap muka siswa PAUD, PKBM/SKB, SD, dan SMP di Kabupaten Tegal kembali ditunda. 

Hal ini sesuai yang tertera di surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal no 420/04/06420/2021 mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa. 

Sebelumnya dijadwalkan masuk pada 8 Februari 2021, namun menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2021 pada 5 Februari lalu, maka rencana KBM tatap muka tidak jadi terlaksana.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari, membenarkan kabar mengenai penundaan KBM tatap muka tersebut.

Ia mengungkapkan, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri berisi tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan. Untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Selain itu, keputusan penundaan KBM tatap muka juga berdasarkan hasil konsultasi dengan tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat Kabupaten.

"Mendasari instruksi Menteri Dalam Negeri, maka mulai Selasa (9/2/2021) besok proses KBM siswa kembali pembelajaran jarak jauh atau daring. Sampai diterbitkannya surat edaran berikutnya," jelas Was'ari, pada Tribunjateng.com, Senin (8/2/2021).

Was'ari menuturkan, ia kembali menerapkan pembatasan mobilitas dan memberlakukan pemberian izin dengan sangat ketat.

Terutama bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang akan melakukan perjalanan ke luar wilayah Kabupaten Tegal.

Bagi mereka yang mendapatkan izin dari atasan untuk perjalanan atau tugas ke luar Kabupaten Tegal, maka wajib melaukan rapid test Antigen atau swab sebelum dan sesudah perjalanan luar kota.

"Kami akan mengoptimaslisasikan Satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan, dan sekaligus mengampanyekan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kami juga mengikuti perkembangan kasus Covid-19 untuk membuat keputusan, maka kebijakan bisa berubah kapan saja. Sehingga apabila terdapat perkembangan baru maka akan diterbitkan surat edaran berikutnya," terang Was'ari. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved