Berita Kesehatan

Jarak Ideal Antara Makan Malam dan Tidur, Jangan Sampai Muncul Masalah Pencernaan

Berbaring setelah makan dapat menyebabkan gejala refluks, yang menyebabkan rasa tidak nyaman di dada dan rasa pahit di mulut

Editor: muslimah
Shutterstock
Ilustrasi makan berlebihan 

Jarak Ideal Antara Makan Malam dan Tidur

Jangan Sampai Muncul Masalah Pencernaan

TRIBUNJATENG.COM – Tidur yang cukup dengan kualitas yang baik tentunya menjadi dambaan semua orang.

Tapi tidak mudah mendapatkan kualitas tidur yang baik, tidur yang nyenyak.

Pernahkah Anda  merasa tidak nyaman ketika rebahan setelah makan malam?

Jika Anda  punya kebiasaan tersebut, segeralah hentikan.

Ketahuilah bahwa makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur bisa mengganggu tidur, terutama jika makan terlalu banyak atau makanan yang dikonsumsi memicu heartburn.

10 Tips Puasa Ramadhan Bagi Penderita Maag Agar Lambung Nyaman Saat Berpuasa

Tanpa Obat Hanya Perlu Niat, Ini 5 Cara Menurunkan Asam Lambung

Cara Mengatasi Sesak Napas Akibat Asam Lambung hingga Pencegahannya

Berbaring setelah makan dapat menyebabkan gejala refluks, yang menyebabkan rasa tidak nyaman di dada dan rasa pahit di mulut.

Beberapa orang menggambarkan kondisi ini sebagai "sendawa makanan".

Makanan pedas dan asam, seperti jeruk dan tomat, mungkin akan sangat mengganggu.

Sementara itu, alkohol, cokelat, dan bahkan peppermint juga dapat memperparah heartburn dan refluks.

Selain itu, kafein dalam kopi, teh, pop soda, minuman berenergi, dan cokelat juga harus dihindari jelang waktu tidur.

Sebab, kafein dapat memblokir adenosin, bahan kimia yang membuat kita mengantuk.

Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, minuman atau makanan mengandung kafein dapat menyebabkan insomnia.

Konsumsi kopi atau teh jelang waktu tidur juga bisa meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari. Kondisi ini disebut sebagai nokturia.

Tidak semua orang sensitif terhadap kafein, tetapi jika tubuhmu sensitif, pertimbangkan untuk membatasi konsumsinya hanya di pagi hari saja.

Untuk itu, kita disarankan untuk tidak langsung tidur setelah makan. Namun, camilan ringan secara umum tidak bermasalah.

Sebuah studi tahun 2015 yang dipublikasikan di jurnal Nutrients menyimpulkan bahwa camilan kecil, yakni dengan 150 kalori atau kurang, bahkan mungkin bermanfaat untuk sintesis protein otot dan kesehatan kardiometabolik.

Jarak waktu makan dan tidur

Jika memang berbaring setelah makan bisa memicu berbagai dampak buruk terhadap kesehatan, berapa jarak waktu ideal antara makan malam dan tidur?

Menurut Verywell Health, sebagai pedoman umum, ahli gizi akan memintamu untuk menunggu sekitar tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur.

Waktu tersebut memungkinkan pencernaan bekerja dengan optimal dan memindahkan isi perut ke usus kecil.

Hal ini dapat mencegah masalah seperti heartburn di malam hari atau insomnia.

Sedangkan menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Gasteoenterology, pasien dengan GERD dianjurkan untuk menunggu tiga jam setelah makan sebelum berbaring.

Setelah makan, Anda  bisa terlebih dahulu melakukan aktivitas ringan, seperti mencuci piring, atau membersihkan dan merapikan rumah.

Berjalan kaki ringan setelah makan juga diyakini dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk memperlancar pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, mengelola gula darah, meregulasi tekanan darah dengan lebih baik, serta memicu penurunan berat badan.

Namun, bukan berarti jogging atau lari adalah pilihan yang lebih baik.

Baca Juga: Padahal Kondisinya Sangat Sehat dan Bugar, Remaja yang Dicintai Banyak Orang Ini Tiba-tiba Meninggal Saat Memasak Makan Malam

Olahraga terlalu intens setelah makan malah bisa menyebabkan sakit perut.

Tubuh setiap orang akan merespons secara berbeda-beda.

Oleh karena itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, pastikan Anda  menjaga intensitasnya tetap rendah.

Lakukan jalan kaki santai selama 10 menit setelah makan bisa membantu Anda mendapatkan manfaat kesehatan sekaligus menurunkan risiko efek samping.

Jika Anda kerap mengalami masalah pencernaan setelah waktu makan, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi perubahan pola hidup dan pengobatan yang tepat. (Nabilla Tashandra)

(Intisari)

Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved