Breaking News:

Berita Video

Video Pengungsi Banjir di Pekalongan Terapkan Protokol Kesehatan

Jumlah pengungsi banjir di Kota Pekalongan terus alami kenaikan, dan masih belum semua terapkan prokes.

"Terus untuk yang di dalam kelas, digunakan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Setiap kelas paling banyak diisi 10 pengungsi," ujarnya.

Saminta mengungkapkan, gedung sekolah dijadikan tempat pengungsian ini sudah diijinkan Wali Kota Pekalongan.

"Sekolah kan masih libur, terus kami koordinasikan dengan kepala dinas kesehatan untuk menjadi ruang sekolah dijadikan tempat pengungsian, dari dinas langsung di acc," ungkapnya.

Tidak hanya itu, guru-guru di sekolah tersebut juga mengedukasi pengungsi untuk selalu menerapkan prokes.

"Fasilitas WiFi juga diberikan dari sekolah, tujuannya agar pengungsi tidak stress," imbuhnya.

Sementara itu, Nadhifah (55) warga RT 4 RW 11 Kramatsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan mengaku senang mengungsi di ruangan kelas di SMKN 3 Pekalongan.

"Walaupun terdampak banjir, kami mengungsi di tempat yang nyaman."

"Apalagi saya kan punya anak kecil, mengungsinya dipisahkan sendiri di ruangan kelas. Saya sangat beruntung sekali," kata Nadhifah.

Ia menceritakan tahun lalu waktu terjadi banjIr dirinya mengungsi di Masjid Al Karomah Tirto. Namun, disana tidak bisa istirahat dan berdesak-desakan.

"Di tengah pandemi saya juga takut, apabila mengungsi berdesak-desakan. Akhirnya saya mengungsi di sini," katanya.

Halaman
123
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved