Pembunuhan
Nasib Hotel Royal Phoenix Semarang Bekas TKP Pembunuhan, Tamu Check Out, Begini Kondisi Kamar 102
Beginilah kondisi Hotel Royal Phoenix Semarang pasca kasus pembunuhan di kamar 102.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Daniel Ari Purnomo
"Jadi kami kurang tahu tamu itu akan memakai kamar untuk BO atau tidak,"tutur dia.
Dikatakannya, penjaja seks yang akan menyewa kamar hotel tidak terlalu mencolok.
Pakaian yang dikenakan pun tidak terlihat seperti penjual jasa esek-esek.
"Pakaian sih seperti tamu biasa yang akan check in.
Tidak menggunakan pakaian yang seksi atau gimana saat akan memesan kamar hotel,"ujar dia.
Es menuturkan setelah kejadian hingga saat ini hanya dua kamarnya saja yang terisi.
Itu saja yang memesan dua kamar tersebut hanya satu orang.
"Tamu itu berasal luar luar Jawa,"ujar dia.
Menurutnya, jika dibandingkan sebelum kejadian jumlah kamar terisi separonya dari total 31 kamar yang ada di hotel itu.
Hal ini dikarenakan dampak dari pandemi Corona.
"Pandemi Corona aja okupansi saja menurun apalagi ada kejadian ini langsung anjlok,"jelasnya.
Ia mengatakan pihak perusahaan tidak berbuat apapun terkait kejadian tersebut.
Saat ini pihaknya hanya mengandalkan pemesanan hotel dari aplikasi.
"Kalau sekarang pesen kamar datang langsung tidak ada.
Pakainya hanya aplikasi,"imbuhnya.
Baca juga: Ini Perkataan yang Bikin Okta Apriyanto Tersinggung hingga Bunuh Meliyanti Dalam Hotel
Baca juga: Fakta Baru Pembunuh Meliyanti di Hotel Semarang Seorang Muncikari: Cari Pelanggan Istri Lewat Michat
Baca juga: Video Jenazah Wanita Ditemukan Dalam Lemari Kamar Hotel Semarang
Baca juga: Meliyanti Tewas di Kamar 102 Hotel Semarang, Mayat Disembunyikan dalam Lemari
(*)