Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pembunuhan

Nasib Hotel Royal Phoenix Semarang Bekas TKP Pembunuhan, Tamu Check Out, Begini Kondisi Kamar 102

Beginilah kondisi Hotel Royal Phoenix Semarang pasca kasus pembunuhan di kamar 102.

Tribun Jateng/ Rahdyan Trijoko Pamungkas
Hotel Royal Phoenix paska terjadi pembunuhan di kamar 102. Terlihat hanya petugas hotel yang hanya membersihkan selasar. Tidak terlihat adanya tamu yang berlalu lalang di hotel tersebut. 

Penulis: Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Paska pembunuhan yang terjadi di kamar 102 hotel Royal Phoenix Jalan Sriwijaya Semarang berdampak pada jumlah yang menginap.

Pantauan Tribun Jateng, hotel tersebut terlihat sepi tamu.

Halaman parkir hotel tampak kosong dari kendaraan tamu.

Kamar-kamar di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) terlihat kosong.

Tidak tampak tamu yang keluar masuk hotel.

Hanya petugas hotel  terlihat duduk menunggu tamu yang akan menyewa kamar.

ES satu diantara petugas hotel mengaku hotelnya sepi setelah adanya kejadian pembunuhan di kamar 102.

Terlebih adanya pemberitaan pembunuhan  yang viral menyebabkan jumlah tamu berkurang.

"Okupansi langsung turun drastis,"tuturnya, Minggu (14/2/2021).

Tragisnya, kata dia, saat kejadian tamu-tamu yang menginap langsung keluar meninggalkan hotel tersebut.

Saat itu terdapat sekitar delapan tamu yang menginap.

"Setelah ada kejadian itu pada Kamis (11/2/2021) pada check out semua,"kata dia.

Petugas melihat kamar hotel lokasi penemuan mayat wanita di dalam lemari di Kota Semarang.
Petugas melihat kamar hotel lokasi penemuan mayat wanita di dalam lemari di Kota Semarang. (Tribun Jateng/ Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Terkait praktek prostitusi, ES mengaku tidak terlalu sering. Rata-rata para penjaja seks tidak terlihat saat memesan kamar dijadikan tempat esek-esek.

Rata-rata  para penjaja seks memesan kamar hotel melalui aplikasi online.

"Jadi kami kurang tahu tamu itu akan memakai kamar untuk BO atau tidak,"tutur dia.

Dikatakannya, penjaja seks yang akan menyewa kamar hotel tidak terlalu mencolok.

Pakaian yang dikenakan pun tidak terlihat seperti penjual jasa esek-esek.

"Pakaian sih seperti tamu biasa yang akan check in.

Tidak menggunakan pakaian yang seksi atau gimana saat akan memesan kamar hotel,"ujar dia.

Es menuturkan setelah kejadian hingga saat ini hanya dua kamarnya saja yang terisi.

Itu saja yang memesan dua kamar tersebut hanya satu orang.

"Tamu itu berasal luar luar Jawa,"ujar dia.

Menurutnya, jika dibandingkan sebelum kejadian jumlah kamar terisi separonya dari total 31 kamar yang ada di hotel itu.

Hal ini dikarenakan dampak dari pandemi Corona.

"Pandemi Corona aja okupansi saja menurun apalagi ada kejadian ini langsung anjlok,"jelasnya.

Ia mengatakan pihak perusahaan tidak berbuat apapun terkait kejadian tersebut.

Saat ini pihaknya hanya mengandalkan pemesanan hotel dari aplikasi.

"Kalau sekarang pesen kamar datang langsung tidak ada.

Pakainya hanya aplikasi,"imbuhnya.

Baca juga: Ini Perkataan yang Bikin Okta Apriyanto Tersinggung hingga Bunuh Meliyanti Dalam Hotel

Baca juga: Fakta Baru Pembunuh Meliyanti di Hotel Semarang Seorang Muncikari: Cari Pelanggan Istri Lewat Michat

Baca juga: Video Jenazah Wanita Ditemukan Dalam Lemari Kamar Hotel Semarang

Baca juga: Meliyanti Tewas di Kamar 102 Hotel Semarang, Mayat Disembunyikan dalam Lemari

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved