Berita Regional
Prada Maulana Terluka Dalam Baku Tembak TNI-Polri Vs KKB Papua: Terkena Rekoset Peluru
Seorang prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) 715/Motuliato Gorontalo terluka akibat terkena rekoset peluru dalam baku tembak dengan KKB Papua
TRIBUNJATENG.COM - Seorang prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) 715/Motuliato Gorontalo terluka akibat terkena rekoset peluru dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua.
"Memang benar dalam kontak senjata yang terjadi pada hari Sabtu (13/2) sore, Prada Maulana terkena rekoset peluru di bagian hidungnya," kata Dandrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan kepada ANTARA di Jayapura, Ahad.
Dandrem menyebutkan bahwa korban sekarang ini kondisinya stabil.
Baca juga: Pasien Corona Berkurang Banyak, RSUD Wongsonegoro Kota Semarang Tutup 4 Ruang Isolasi Covid-19
Baca juga: Kisah Avanza Nyaris Hilang di Hutan Gunung Putri, Dibikin Tersesat Makhluk Gaib?
Baca juga: Soal PPKM Mikro, Hendi Sebut di Semarang Sudah Terbentuk Kampung Siaga
Baca juga: Video Geger Penemuan Tengkorak Manusia di Hutan Petungkriyono Pekalongan
Setelah ditangani paramedis di Puskesmas Ilaga, korban kembali ke pos.
Iwan Setiawan yang dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan bahwa kontak senjata terjadi saat anggota TNI/Polri pulang dari melihat kamp dan kendaraan yang dibakar KKB .
Dari laporan yang diterimanya, saat pulang, rombongan ditembak hingga terjadi baku tembak, kemudian seorang prajurit terkena rekoset.
Sebelumnya, Kapolres Puncak AKBP Decky Saragih menyatakan bahwa KKB pimpinan Lekagak Telenggen yang diduga menjadi pelaku pembakaran kamp dan kendaraan milik PT Unggul.
Pembakaran diduga dilakukan pada hari Rabu (10/2) setelah anggota melakukan olah TKP sekaligus mengambil sepeda motor milik korban Rusman Heidar (30) yang dianiaya hingga tewas pada hari Senin (8/2).
"Saat mengambil sepeda motor korban, Selasa (9/2), rombongan ditembaki hingga terjadi baku tembak," kata AKBP Saragih.
Disebutkan pula bahwa pembakaran alat berat itu diduga dilakukan KKB pimpinan Lekagak Telenggen.
"Seusai rapat, aparat keamanan TNI/Polri langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), tempat kendaraan yang diduga dibakar KKB," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa kejadian itu tidak ada korban jiwa karena kamp sudah tidak ada karyawan PT Unggul.
Sekitar pukul 13.00 WIT, lanjut dia, anggota ke TKP untuk melihat kendaraan yang dibakar KKB.
Saat hendak kembali, rombongan mendapat tembakan dari arah jalan Kampung Mudidok yang terletak di seberang kamp PT Unggul dan di Dijuka.
"Sempat terjadi baku tembak dengan KKB," kata AKBP Saragih.
Ketika ditanya kapan pembakaran kamp dan kendaraan milik PT Unggul yang mengerjakan pembangunan jembatan, Saragih memperkirakan kejadian pada hari Kamis (11/2).
Sehari setelah anggota ke TKP, kemudian mengambil sepeda motor milik tukang ojek yang dianiaya hingga tewas.
Rusman Heidar (30) dianiaya sekelompok orang yang diduga anggota KKB di sekitar Jembatan Unggul pada hari Senin (8/2).
AKBP Saragih menyebutkan sejumlah kendaraan, yakni truk, ekskavator, dan mobil pikap.
Praka Hendra
Seorang anggota TNI ditembak oleh anggota Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Praka Hendra Sipayung menjadi korban setelah mengalami luka tembak.
Kejadian tersebut terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa.
"Kejadian jam 15.15 WIT, dia (korban) sama temannya," ujar Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Benny Wahyudi, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/2/2021).
Namun, korban dipastikan selamat dan akan segera dievakuasi ke Mimika.
Dalam kejadian tersebut, terang Benny, KKB melepaskan satu kali tembakan dan langsung melarikan diri.
"Temannya aman, karena hanya satu peluru (tembakan) langsung kabur cepat," kata dia.