Breaking News:

Berita Semarang

BBPOM di Semarang Musnahkan Ribuan Barang Bukti Hasil Operasi Tahun 2019-2021

Balai Besar POM di Semarang kembali melakukan pemusnahan barang bukti makanan dan obat ilegal hasil operasi pemeriksaan dan penindakan tahun 2019-2021

TribunJateng.com/Hermawan Handaka
Petugas BBPOM Semarang yang di wakili Kepala Balai Besar POM Semarang, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Dit.Reskrimsus Polda Jawa Tengah melakukan pemusnahan terhadap benda sitaan hasil kegiatan penindakan di tahun 2020-2021 serta hasil pengawasan dari tahun 2019-2020 secara simbolis di depan Kantor BBPOM Semarang Selasa (16/2/21). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar POM di Semarang kembali melakukan pemusnahan barang bukti makanan dan obat ilegal hasil operasi pemeriksaan dan penindakan tahun 2019-2021. 

Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan di kantor BBPOM di Semarang Jalan Sukun Raya no 41A, Banyumanik, Semarang yang dihadiri oleh BBPOM, Kejaksaan Tinggi Jateng, Ditreskrimsus Polda Jateng, dan Rupbasan, Selasa (16/2/2021) pagi.

Kali ini BBPOM menyita barang bukti berupa kosmetik ilegal, makanan yang mengandung bahan berbahaya, obat kuat ilegal, mi instan kemasan, minuman sachet, dan vitamin kulit.

Kepala BBPOM di Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, menjelaskan ada sebanyak 233 kosmetik, 3 jenis obat, 20 item obat tradisional, dan 15 item pangan yang akan dimusnahkan.

"Dari berbagai produk tersebut, total jumlah yang kami sita ada 11.386 pcs kosmetik, 150.000 butir obat, 115 pcs obat tradisional, dan 50 pcs pangan. Nilai ekonomis totalnya Rp 777 juta," ujarnya.

Sejumlah barang bukti tersebut disita dari empat sarana, yakni satu distributor sekaligus produsen kosmetik ilegal di Kabupaten Kudus, satu pengedar kosmetik ilegal di Kabupaten Tegal, satu distributor sekaligus produsen kosmetik ilegal di Kabupaten Kebumen, dan satu produsen pangan mengandung bahan berbahaya di Kota Semarang.

"Barang bukti yang kami sita ini merupakan amanat pasal 45 ayat 4 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana yang menyatakan benda sitaan yang bersifat terlarang atau dilarang untuk diedarkan dirampas untuk kepentingan negara atau dimusnahkan," tambahnya.

Pemusnahan barang bukti dilakukan oleh BBPOM beserta jajaran lain yang hadir dengan cara melemparnya ke dalam mobil box milik PT Wastec International secara simbolis.

"Kami menggandeng PT Wastec International sebagai perusahaan pengolahan limbah B3 untuk memusnahkan barang bukti tersebut," ucap Ary.

Ary menegaskan akan terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat di Jawa Tengah dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan.

"Kami juga akan meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas. Apabila menemukan peredaran produk obat dan makanan ilegal, masyarakat bisa menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BBPOM di Semarang di 081225694252," pungkasnya. (afn)

Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved