Breaking News:

Penanganan Corona

Viral Pemakaman Pasien Covid-19 di Pekalongan di Tengah Banjir, Terungkap Cerita di Baliknya

Di akun Instagram @pekalonganinfo yang diposting  18 jam yang lalu terlihat beberapa warga sedang melakukan salat jenazah ditengah banjir

 
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Viral postingan di sosial media pemakaman pasien Covid-19 ditengah kondisi banjir yang terjadi di Kabupaten Pekalongan.

Di akun Instagram @pekalonganinfo yang diposting  18 jam yang lalu terlihat beberapa warga sedang melakukan salat jenazah ditengah banjir.

Postingan yang diberi judul 'A picture describes thousands words' ini,

Pemakaman protokol COVID-19 di tengah bencana banjir, Desa Depok, Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan

Baca juga: Pengungsi Longsor Nganjuk Keracunan Massal Makan Mie Ayam Donatur Mengandung Formalin

Baca juga: Kata Roy Suryo Soal Foto Kemayoran Berlatar Gunung Gede Pangrango: Bukan Tempelan Tapi Editan

Baca juga: Sakitnya Hati Ririe Fairus dengar Jawaban Nissa Sabyan dan Ayus saat Ditanya Apa Mereka Selingkuh

Baca juga: 5 Wilayah di Semarang Berpotensi Hujan Lebat Sore Nanti, Berikut Prakiraan Cuacanya dari BMKG

Semoga bencana banjir segera surut dan semoga pandemi segera berakhir.

Mari tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun' via Pusksiwalan.

Kepala Puskesmas Siwalan Suwondo, saat dihubungi Tribunjateng.com, membenarkan postingan terkait pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia ditengah banjir.

"Peristiwanya itu pada hari Kamis (18/2/2021).

Petugas puskesmas melaksanakan pemakaman pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

"Pasien itu kiriman dari RSUD Kraton," kata Suwondo, Jumat (19/2/2021).

Pihaknya menceritakan, pada saat pemakaman memang kondisinya banjir di wilayah tersebut.

Bahkan di liang kubur juga terdampak air, sehingga petugas harus menyedot air dengan menggunakan pompa.

"Alhamdulillah, pemakaman berjalan lancar dengan dibantu pompa air. Walaupun di lokasi terkendala dengan banjir," imbuhnya.

Suwondo menjelaskan, sebelum dilakukan pemakaman, petugas dan keluarga pasien salat jenazah dengan kondisi peti jenazah masih didalam mobil.

Seperti yang terlihat pada foto dalam postingan tersebut.

"Sebetulnya pemakaman seperti itu kurang memenuhi syarat, harusnya di tempat ketinggian.

Jadi gimana lagi, mengingat kondisinya banjir," jelasnya.

Pihaknya menambahkan, di Kabupaten Pekalongan memang tidak ada TPU khusus pasien Covid-19, apabila ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 dan meninggal dunia untuk pemakamannya diserahkan ke desa masing-masing.

"Dulu di wilayah Desa Mejasem juga pernah petugas melakukan pemakaman yang serupa dan kondisinya banjir. Jadi dua kali kejadian ini. Tapi, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved