Breaking News:

Berita Karanganyar

BKSDA: Jalak Lawu yang Tuntun Pendaki Tersesat Harus Dilestarikan, Jangan Ditangkap atau Dilukai!

Jalak Lawu atau burung anis yang merupakan satwa yang ada di hutan lindung Gunung Lawu harus dilestarikan. 

TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Burung anis atau yang kerap disebut Jalak Lawu. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Burung Jalak Lawu atau burung anis yang merupakan satwa yang ada di hutan lindung Gunung Lawu harus dilestarikan. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, Darmanto melalui Plt Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Solo, Sudadi menyampaikan, satwa yang berada di kawasan hutan lindung memang dilarang untuk ditangkap termasuk Jalak Lawu dan burung lainnya.

Apabila ada pihak yang hendak memanfaatkannya tentu harus melalui mekanisme izin penangkaran.  

Baca juga: Kasus Wanita Semarang Dilaporkan Besan: Kami Kecewa, Dulu Mereka Keluarga dan Hubungannya Baik

Baca juga: Istri Menunggu Dijemput Suami, Ternyata Datang Polisi Kabarkan Suami Meninggal Kecelakaan

Baca juga: Pengakuan Dzaki Bocah 4 Tahun yang Diculik, Ditemukan Berjalan dengan Mata Tertutup, Tangan Terikat

Baca juga: Khirani Curhat Perlakuan Bambang Trihatmodjo Ayahnya Lalu Sebut Nama Mayangsari: Suami Siapalah

"Termasuk di kawasan hutan, ya semua burung harus dilestarikan.

Jangan sampai ditangkap dan dilukai," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (20/2/2021). 

Burung dengan corak coklat serta paruh dan kaki berwarna kuning itu sering dijumpai di kawasan Gunung Lawu.

Sudadi mengungkapkan, belum tahu persis berapa populasi burung itu saat ini. 

"Kalau jumlah tidak tahu detail.

Perlu monitoring lama," ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, video yang menggambarkan pendaki tersesat kemudian dituntun Jalak Lawu sempat viral di media sosial.

Video itu diunggah oleh akun tiktok @mocha-doank pada Rabu (17/2/2021). 

Anggota Anak Gunung Lawu (AGL), Budi mengungkapkan, Jalak Lawu yang menuntun para pendaki memang menjadi mitos.

Saat melakukan pendakian ke Gunung Lawu, dirinya juga sering melihat burung tersebut. 

Burung paruh kuning itu dapat dijumpai mulai dari basecamp hingga puncak Gunung Lawu

"Saya sendiri sering menjumpai, ketika naik, burung itu berada di depan dan selalu mengikuti," ungkapnya. (Ais)

Baca juga: Kapal Feri Berisi 79 Penumpang dan 15 ABK Terbalik di Dermaga Sambas: Kejadiannya Cukup Cepat

Baca juga: Wanita Ini Dilaporkan Besan Setelah Angkut Perabot dari Rumah Menantu, Katanya untuk Beli Susu Cucu

Baca juga: Banjir Hambat Operasional Jasa Pengiriman di Jateng, Tony: Terlambat Hanya Hitungan Jam

Baca juga: Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Wakilnya Diisi Orang Blora, Arief Rohman: Matoh!

Penulis: Agus Iswadi
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved