Breaking News:

Berita Semarang

Kronologi Restoran Pringsewu Semarang Ditipu Konsumen Bermodus Kirim Struk Transfer Palsu

Salah satu restoran di Kota Semarang yakni Pringsewu Kota Lama menjadi target penipuan bermodus pura-pura transfer kelebihan uang saat order fiktif.

TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Karyawan Resto Pringsewu Kota Semarang menunjukan bukti chatting dengan pelaku penipuan bermodus pesan makanan lalu mengirimkan bukti transfer palsu, di Kota Semarang, Jumat (19/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Salah satu restoran di Kota Semarang yakni Pringsewu Kota Lama menjadi target penipuan bermodus pura-pura transfer kelebihan uang saat order fiktif.

Awalnya, pelaku melancarkan aksinya dengan memesan sejumlah makanan melalui nomor WhatsApp resmi restoran.

Kemudian pelaku membayar pesanan dengan cara mentransfer uang pesanan ke rekening resmi pengelola restoran dengan jumlah uang yang sengaja dilebihkan.

Setelah itu, pelaku mengirimkan bukti transfer kepada pihak pengelola restoran yang ternyata palsu.

Baca juga: Prediksi Derby Merseyside Liga Inggris Liverpool Vs Everton, H2H, Line Up dan Link Live Streaming

Baca juga: Prediksi AC Milan Vs Inter Derby Della Madonnina Liga Italia, H2H, Line Up dan Link Live Streaming

Baca juga: Backpass Derby Della Madonina, Kala AC Milan Selamat dari Degradasi Seusai Kalahkan Inter

Baca juga: Kamu termasuk? Berikut 5 Kelompok Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Manager restoran Pringsewu, Dani Ramadhan (25) mengaku sudah keempat kali berturut-turut menjadi sasaran penipuan order fiktif dengan meminta uang kembalian.

"Awalnya pesan makanan lalu transfer pembayaran ke rekening. Bukti transfernya dikirim tapi dengan kelebihan uang. Minta uang kelebihannya dititipkan ke ojol yang ambil pesanan," jelasnya saat ditemui di lokasi, Jumat (19/2/2021).

Aksi pertama penipu berhasil mengelabui karyawannya pada Selasa (16/2/2021) dengan total kerugian Rp 850.000.

"Pelaku pesan 6 nasi boks masing-masing seharga Rp 25.000, totalnya Rp 150.000. Lalu dia sengaja bayar transfer lebih sebanyak Rp 850.000. Seolah-olah tidak sengaja keliru kelebihan transfer. Lalu minta uang lebihnya sebanyak Rp 700.000 itu dititipkan ke jasa pengantaran (ojol)," jelasnya.

Setelah dicek transaksi ke rekening, ternyata tidak ada pembayaran dengan jumlah tersebut sehingga bukti transfer yang dikirimkan diyakini palsu.

Halaman
123
Editor: rival al-manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved