Berita Internasional
Tradisi Aneh, Bocah 12 Tahun Dipaksa Makan Banyak Biar Gendut, Kemudian Dinikahkan dengan Pria Tua
Kisah pilu dialami bocah perempuan berusia 12 tahun, yang dipaksa banyak makan oleh keluarganya.
TRIBUNJATENG.COM - Kisah pilu dialami bocah perempuan berusia 12 tahun, yang dipaksa banyak makan oleh keluarganya.
Korban juga dipaksa menikah dengan pria tua yang tak dikenalnya.
Seorang gadis belia dipaksa untuk makan 5 kali sehari, agar badannya nampak besar dan cukup gendut.
Baca juga: CCTV Penampakan Hantu Pengantin Wanita, Pemilik Rumah Buka Suara Cerita Mistis yang Dialami
Baca juga: Racikan Obat Kuat Tradisional Campuran Kopi dan Telur, Bikin Suami Kuat di Ranjang
Baca juga: Pria Ini Sengaja Batuk dan Teriak Corona Saat Polisi Gelar Razia Rutin Lalulintas, Berakhir Begini
Baca juga: Ungkapan Rasa Sayang Aneh, Anak Kandung Simpan Jenazah Ibu Selama 30 Tahun di Tong Karet
Bocah perempuan yang baru berusia 12 tahun itu dipaksa banyak makan oleh orang tuanya untuk bisa menikah dengan pria tua.
Kejadian memilukan ini dialami gadis di bawah umur di Mauritania, sebuah wilayah di Afrika Barat.
Melansir eva.vn, sejak usia muda, gadis malang bernama Annie asal Mauritania itu dipaksa untuk makan berlebih agar tubuhnya gendut.
Gadis berusia 12 tahun ini juga dipaksa menikahi seseorang yang dirinya tidak dikenal.
Sambil menangis, Annie menceritakan kesedihan dan kesakitan yang dialaminya.
"Aku dipaksa keluargaku makan 5 kali sehari agar bertambah gendut, dan menikah di usia 12 tahun".
"Jika menolak, aku akan dicampakkan dan dipukuli," kata Annie sambil menangis.
Ternyata, ia sudah dipaksa untuk makan banyak sejak usianya masih 4 tahun.
Meski perutnya terasa penuh dan hampir meledak, Ia tetap harus makan dan makan apapun yang diberikan ibunya padanya.
"Beberapa kali sehari, ibuku memaksaku mengonsumsi makanan terbuat dari campuran susu dan sereal atau jagung, bubur dan susu fermentasi dengan banyak air dan gula,
"Aku dikurung di satu ruangan, tidak boleh keluar sampai seluruh makananku habis,
"Aku terkadang membuang makanan itu keluar jendela".