Berita Kudus
Cara HM Hartopo Bikin Banjir Kudus Segera Surut, Ambil 8 Pompa Penyedot Air
Pemerintah Kabupaten Kudus menerjunkan delapan unit pompa untuk mengatasi luapan debit air sungai.
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus menerjunkan delapan unit pompa untuk mengatasi luapan debit air sungai, di area persawahan, Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, dan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Senin (22/2/2021).
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo meninjau pompanisasi yang dilakukan telah berjalan lancar.
Adapun enam pompa berada di Desa Kirig, dan dua pompa berada di Desa Setrokalangan.
Saat peninjauan, Hartopo didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyo dan Kalakhar BPBD Kudus Budi Waluyo, dan Camat Mejobo Muhammad Fitriyanto.
"Ini merupakan program kita untuk memberikan kontribusi kepada petani yang terdampak banjir.
Pompa ini untuk penanggulangan banjir pada area persawahan yang mencapai 45 hektare di kawasan Mejobo," ujar dia.
Hartopo berharap enam buah mesin pompa dapat mengurangi volume air yang menggenangi area persawahan dan pemukiman.
"Semoga cepat surut, dengan diterjunkanya mesin pompa ini diharapkan dapat mengurangi debit air, mengingat kecepatan dari mesin pompa ini dapat mencapai 1.000 meter kubik per menit," ujar dia.
Selain itu, dua mesin pompa lagi digunakan di Setrokalangan untuk menyedot 20 hektare persawahan yang terendam.
Hartopo menambahkan, yang menjadi permasalahan adalah debit air di sungai Jeratun dan Juwana masih tinggi sehingga dibutuhkan waktu untuk mengalirkan limpasan genangan air.
"Kita alirkan limpasan air ini ke sungai Jeratun dan sungai Juwana, namun yang jadi kendala adalah debit air sungai tersebut masih tinggi, tentunya membutuhkan waktu lebih untuk dapat menampung volume air dari pompa ini sambil kita evaluasi hasilnya," ujarnya.
Dia berharap, intensitas hujan tidak tinggi sehingga banjir dapat segera teratasi.
"Semoga intensitas hujan nanti tidak setinggi kemarin sehingga kita dapat melihat hasil dari upaya yang telah kami lakukan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Catur Sulistiyo mengataka pemompaan debit air ini merupakan arahan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo sebagai upaya mengurangi debit air yang merendam persawahan.
"Hasil dari koordinasi dan arahan beliau pak Bupati, kami dari Dispertanpangan bekerjasama dengan BPBD Kudus melakukan pompanisasi yang difokuskan diarea persawahan sebagai upaya untuk mngurangi volume air yang menggenang," jelasnya.
Dia menambahkan, target yang diperlukan untuk memompa area persawahan baik itu di kecamatan mejobo ataupun kecamatan Kaliwungu kurang lebih dua pekan.
"Kami targetkan waktu 10 hari untuk pompanisasi sambil melihat perkembanganya, jika dirasa berhasil akan kami lanjutkan ke daerah lain, jika kurang berhasil kami akan hentikan sementara sambil mengevaluasi dampak yang terjadi pada lingkungan," terangnya.
Untuk diketahui, akibat banjir yang melanda area persawahan pihaknya mengupayakan bantuan berupa bantuan pangan, pencairan asuransi pertanian, pompanisasi, dan bantuan bibit tanaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hartopo-urus-pompa-banjir-kudus.jpg)