Berita Jateng
RS Minta Ruang Isolasi Berangsur Ditutup, Kasus Covid Turun? Ganjar Minta Jangan Terburu-buru
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta rumah sakit tak tergesa-gesa menutup pelayanan ruang isolasi.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menuturkan sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 meminta melakukan penutupan secara bertahap ruang isolasi pasien corona.
Hal itu dilakukan karena tingkat keterisian ruang isolasi di rumah sedikit rendah.
"Ada beberapa RS yang meminta penutupan, beberapa ruang isolasi.
Seperti Wongsonegoro di Semarang," jelasnya, Senin (22/2/2021).
Meskipun demikian, jika jumlah ruang isolasi yang tidak terpakai cukup banyak, ia meminta rumah sakit menyiapkan ruangan itu sebagai cadangan penambahan tempat tidur ICU.
"Kalau memang ada sisa, silakan dipakai yang lain.
Tapi saya minta tidak tergesa-gesa, saya khawatir ini gelombang pertama yang turunnya bagus, dan nanti kita harus berjaga-jaga, mudah-mudahan tidak, kalau muncul gelombang kedua," ujarnya.
Jangan sampai, lanjutnya, ketika gelombang kedua muncul, banyak rumah sakit yang tergopoh-gopoh menanganinya.
Apakah rendahnya keterisian tempat tidur bisa dijadikan indikator kasus covid turun?
Berdasarkan situs covid Jateng yang dikelola Dinas Kesehatan Pemprov Jateng mencatat Senin ini ada tambahan kasus aktif sebanyak 789.
Biasanya, pada hari-hari sebelumnya rata-rata kasus aktif mencapai 1.000.
Namun, secara kumulatif, ada sebanyak 7.235 kasus aktif di provinsi ini.
Meskipun demikian, Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ditampilkan Kawal Covid19 per 15 Februari 2021, angka positivity rate di Jateng berada di angka 11,14 persen.
Positivity rate adalah rasio atau perbandingan jumlah kasus harian dengan jumlah pemeriksaan Covid-19 harian dan dikali 100.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-16022021.jpg)