Breaking News:

Berita Internasional

Bocah 11 Tahun Tewas Akibat Cuaca Dingin di Texas, Keluarga Gugat Perusahaan Listrik

Seorang anak lelaki berusia 11 tahun meninggal dalam cuaca dingin baru-baru ini di Texas.

Tribunnews.com/Istimewa
Cristian Pineda. Keluarga dari bocah lelaki berusia 11 tahun yang meninggal dalam cuaca dingin baru-baru ini di Texas mengajukan gugatan terhadap perusahaan listrik. 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang anak lelaki berusia 11 tahun meninggal dalam cuaca dingin baru-baru ini di Texas.

Keluarga bocah tersebut mengajukan gugatan senilai $ 100 juta (Rp1,4 triliun) terhadap perusahaan listrik karena kelalaian meraka.

Dilansir BBC.com, Cristian Pineda ditemukan tidak bernyawa oleh ibunya di rumah mobil mereka minggu lalu di tengah suhu yang sangat dingin.

Baca juga: Banyak yang Percaya Mencuci Vagina Setelah Berhubungan Seks Bisa Cegah Kehamilan, Benarkah?

Baca juga: Ardi Nasabah BCA Jadi Tersangka Gara-gara Pegawai Bank Salah Transfer ke Rekening Rp 51 Juta

Baca juga: Remaja Putri Bunuh Pacar, Ngelunjak Minta Jatah 2 Kali di Hutan

Baca juga: Kata Gelay Makin Populer Setelah heboh Nissa Sabyan dan Ayus, Yuk Simak Artinya Biar Makin Gaul

Jutaan orang di Texas, AS tidak mendapatkan listrik di tengah musim dingin ekstrem, yang telah menewaskan puluhan orang di negara bagian selatan.

Keluarga mencurigai Cristian Pineda mengalami hipotermia, tetapi polisi mengatakan hasil autopsi resmi mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu.

Dalam gugatan yang diajukan, keluarga Pineda menuduh perusahaan energi gagal mengantisipasi bencana dengan baik.

Dua perusahaan energi, yaitu Entergy Corporation dan Electric Reliability Council of Texas (Ercot) disebut dalam gugatan tersebut.

"Meskipun memiliki pengetahuan tentang prakiraan cuaca buruk setidaknya seminggu sebelumnya, dan pengetahuan bahwa sistem tidak disiapkan selama lebih dari satu dekade, Ercot dan Entergy gagal mengambil tindakan pendahuluan yang dapat mencegah krisis dan sama sekali tidak siap menghadapi krisis yang sedang dihadapi," tulis gugatan itu.

Ercot menggambarkan kasus Pineda sebagai "tragedi" dan mengatakan kepada BBC, mereka yakin, operator jaringan mereka telah membuat pilihan yang tepat untuk menghindari pemadaman listrik di seluruh negara bagian.

Seorang juru bicara Entergy Texas mengatakan perusahaan sangat sedih dengan hilangnya nyawa di komunitas mereka, tetapi tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena litigasi yang tertunda.

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved