Breaking News:

Pendidikan

Orangtua Siswa Tekor Beli Kuota Internet untuk Pembelajaran Daring

Banyak orang tua siswa yang mengeluhkan proses pembelajaran jarak jauh secara daring pada mas pandemi karena beli kuota internet.

Istimewa
Guru SMPN 28 Semarang memberikan pembelajaran daring kepada siswa, beberapa waktu lalu. Kuota internet menjadi kebutuhan pokok dalam proses pembelajaran jarak jauh itu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyak orang tua siswa yang mengeluhkan proses pembelajaran jarak jauh secara daring pada mas pandemi Covid-19 awal semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini.

Orang tua siswa mengaku banyak mengeluarkan uang untuk membeli paket internet agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Pasalnya, bantuan kuota internet dari pemerintah pusat hingga kini belum jelas meski sudah ada informasi bantuan tersebut dilanjutkan pada 2021 ini.

Orang tua siswa sebuah SMP Negeri di Kota Semarang, Naili Anisatur R mengatakan, kebutuhan kuota internet sangat penting untuk pembelajaran daring. Sejak awal Januari, dirinya terpaksa harus membeli kuota internet menggunakan uang pribadi.

Dalam satu minggu, ia bisa dua kali melakukan pembelian kuota. Jika dihitung dalam bentuk rupiah, rata-rata dalam seminggu harus mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Ia pun mengaku tekor untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Itu bisa dua kali pengisian Rp 50 ribuan. Semua itu agar anak saya bisa mengikuti pembelajaran daring. Jika tidak, pasti anak ketinggalan pelajaran. Jika seminggu saja Rp 100 ribu, dalam sebulan setidaknya saya habis Rp 400 ribu. Tekor saya," katanya, Jumat (26/2/2021).

Diakuinya, tidak semua kuota dipakai untuk pembelajaran. Namun dari tugas yang diberikan, mengharuskan anak untuk mencari materi dengan berselancar (browsing) di internet, termasuk juga di aplikasi seperti Youtube. Hal itulah yang kemudian menguras kuota paket internetnya.

"Kadang dibuat mainan juga. Lha karena sudah disuruh belajar menggunakan handphone, anak jadi terbiasa bermain handphone juga," ujarnya.

Pada 2020 lalu, semua siswa menerima bantuan kuota internet dari pemerintah pusat untuk kebutuhan pembelajaran daring. Sayangnya, dari total bantuan kuota yang diberikan, ternyata tidak bisa digunakan dengan bebas. Hanya sebagian kecil sekitar 3 gigabite saja yang bisa dipergunakan untuk membuka sistem browsing.

Sebagian besar, katanya, kuota bantuan itu bisa digunakan untuk aplikasi belajar yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. Meski begitu, ujung-ujungnya juga anak disuruh untuk mencari bahan pelajaran dengan browsing internet di Google atau Yahoo.

"Itu pakai paket internet reguler dan harus keluar uang juga karena kuota bantuan tidak cukup. Tapi setidaknya jika ada bantuan, pengeluaran saya tidak sebesar sekarang. Makanya saya berharap ada bantuan kuota internet lagi," harapnya.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved